Home » Kota Batu

Rp 100 Juta untuk Tambal Sulam Jalan Jelang Lebaran

31 Agustus 2009 One Comment

Menjelang Lebaran, Pemkot Batu bersiap membenahi jalan-jalan protokol dengan melakukan penambalan jalan yang berlubang alias tambal sulam. Untuk perbaikan jalan ini anggaran yang disiapkan hanya sekitar Rp 100 juta saja.

Kepala Dinas Pengairan dan Bina Marga (DPBM) Kota Batu, Budi Santoso mengatakan sedikitnya anggaran yang dipakai karena pemkot hanya akan memperbaiki jalan yang berlubang saja, tidak melakukan perbaikan besar-besaran. Terutama pada jalan yang arus lalu lintasnya cukup padat. Seperti di jalan raya Pandanrejo yang tembus ke jalan raya Karangploso Malang. Jalan ini juga cikal bakal jalan lingkar utara (JLU). Juga jalan alternatif lainnya yang juga bakal menjadi jalan lingkar selatan (JLS) yakni jalan raya Oro-Oro Ombo-Junrejo. Jalan-jalan tersebut merupakan jalan kota atau yang menjadi wewenang Pemkot Batu.

“Kedua jalan tersebut menjadi salah satu ruas jalan yang terbilang cukup padat saat mudik Lebaran. Saat ini kondisinya banyak yang berlubang sehingga menuntut untuk segera diperbaiki demi kenyamanan para pengguna jalan,” kata Budi, Senin (31/8).

Budi menuturkan, jalan yang disebutkan akan diperbaiki itu merupakan jalan utama keluar dan masuk Kota Batu. Sehingga akan dilakukan pengamatan secara mendetil, mana-mana saja yang akan menjadi prioritas DPBM untuk segera diperbaiki lagi.

Sementara jalan yang menjadi wewenang Pemprov Jatim diharapkan juga segera diperbaiki. Namun untuk jalan provinsi ini, kata Budi, menjadi tanggung jawab sepenuhnya Pemprov Jatim.

“Pemkot Batu akan mengajukan surat kepada pemprov untuk memperbaiki jalan yang menjadi wewenangnya,” katanya.

Jalan yang menjadi tanggung jawab provinsi misalnya, jalan raya Payung Songgoriti yang menghubungkan Batu dengan Pujon Kab Malang. Jalan ini sekaligus jalan tembusan ke Kediri dan Jombang. Termasuk juga jalan raya Pendem yang menghubungkan Junrejo Kota Batu dengan Dau Kab Malang.
(zar/surabayapost)

Keywords: , , ,

1 Komentar »

  1. Akan lebih irit kalau sewaktu kerusakan masih kecil sudah langsung ditempel. Seharusnya proyek bisa diatur seperti itu. Dikontrak selama setahun untuk menjaga agar jalanan tetap mulus.
    Pengaspalan jalan juga sebaiknya dikeruk dulu jangan langsung dibuat di atas yang ada karena jalan akan semakin tinggi dan rumah warga akan kebanjiran.

    Komentar oleh Johanis Rampisela — 7 Oktober 2009 @ 09:22

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik

Tinggalkan komentar