Hanya 11 dari 29 Program Vokasi UB yang Terisi
Universitas Brawijaya (UB) Malang mengakui, sosialisasi dibukanya program pendidikan vokasi UB sedikit terlambat tahun ini. Sehingga dari 29 program studi yang dibuka hanya ada 11 program saja yang terisi. Meski demikian UB menjanjikan bahwa lulusan program ini sudah ditunggu industri.
“Kami membuka program ini karena ada pesanan dari industri, jadi lulusannya sudah diminta sebelumnya,†ungkap Pembantu Rektor I UB, Prof Dr Bambang Suharto kepada Malang Post.
Karena itu kata dia, meski tahun ini belum banyak yang berminat akan tetapi UB optimis tetap membuka programnya pada tahun depan. Bahkan program ini dipastikan akan menjadi booming saat masyarakat mulai paham mengenai fungsinya.
Terpisah Ketua Program Pendidikan Vokasi UB Prof Dr Ir M Munir optimis tiga tahun ke depan program itu akan menjadi booming. Pria yang juga menjadi staf ahli Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) ini menuturkan pendidikan vokasi ini di luar negeri sangat booming. Sementara di Indonesia baru beberapa perguruan tinggi besar saja yang membuka. Seperti UGM dan ITB.
“Program ini spesifik untuk mencetak tenaga ahli di berbagai bidang, jadi berbeda dengan program sarjana,†ungkapnya.
Ia menegaskan saat ini di masyarakat terjadi kesenjangan antara lulusan SMK dan sarjana. Untuk profesi tertentu, membutuhkan kualifikasi ahli madya yang posisinya berada di antara lulusan SMK dan sarjana. Program diploma ini sebenarnya sudah pernah dibuka di UB, namun kemudian ditutup karena UB berkonsentrasi dengan program sarjana. Namun karena kebutuhan masyarakat maka program ini kembali dibuka hanya saja dengan system managemen terpisah.
Beberapa program yang direncanakan akan dibuka diantaranya tenaga ahli di bidang pengeboran minyak bumi, ahli pengelasan di bawah tanah dan lainnya. Dua program itu rencananya tahun depan akan dibuka di program pendidikan vokasi UB.
Lebih jauh ia menuturkan karena system vokasi, maka pendidikan yang diberikan lebih banyak untuk praktik dibandingkan teori. Paling tidak teori hanya diberikan 20 persen, sementara 80 persen di lapangan. Selain itu, lulusan juga akan diuji oleh industri bukan dosen.
“Pendidikan vokasi ini akan membedakan bahwa lulusan sarjana itu arahnya menjadi peneliti, dosen. Namun lulusan vokasi akan menjadi tenaga ahli dalam berbagai bidang pekerjaan,†ujarnya. (oci/eno/malangpost)
Keywords: SMK, UB, vokasional















Tidak ada Komentar »
Belum ada komentar.
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik
Tinggalkan komentar