Home » Kota Malang, Utama

Kewenangan Pemanfaatan Lahan SMA Laboratorium Tergantung Rektor UM

23 Agustus 2009 No Comment

Kewenangan penuh terkait nasib SMA Lab Universitas Negeri Malang (UM) berada di tangan Rektor UM. Sebab pengelolaan sekolah ini menjadi satu di bawah pimpinan universitas. Setelah sebelumnya sekolah ini dikelola yayasan, kini menjadi sebuah lembaga di bawah pimpinan UM.

Menurut Pembantu Rektor (PR) I UM, Dr H Kusmintardjo MPd sejak awal Agustus lalu, status sekolah laboratorium yang dimiliki UM berubah dari status sekolah yayasan menjadi sekolah di bawah universitas.
‘’Sudah dibentuk unit khusus yang menangani sekolah laboratorium UM, baik itu SD Lab, SMP Lab maupun SMA Lab,’’ ungkapnya.

Terkait permintaan Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang untuk meminta aset lahan yang ditempati SMA Lab di Jalan Bromo saat ini, menurutnya akan ditentukan penuh oleh pimpinan.

Pembantu Rektor I UM, Dr. H. Kusmintardjo, M.Pd.

Pembantu Rektor I UM, Dr. H. Kusmintardjo, M.Pd.

Hanya saja, dia mengaku sampai kemarin belum pernah ada pembicaraan mengenai hal itu.

Seperti diketahui, Ka Disdik Kota Malang Dr HM Shofwan SH Msi menawarkan alternatif jika SMAN 8, SMPN 4 dan SDNP I harus pindah dari lahan yang ditempati sekarang.

Menurut Shofwan lahan pengganti untuk sekolah yang cukup favorit di Malang itu harapannya harus di lokasi strategis yang tidak jauh dari sekolah asal. Pilihannya pun jatuh ke SMA Lab UM yang menempati lahan eks Sekolah Pendidikan Guru (SPG) di Jalan Bromo.

Lebih jauh mantan Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UM ini menuturkan, keberadaan sekolah laboratorium UM ini sangat penting untuk mendukung proses pendidikan di perguruan tinggi yang berstatus Lembaga Pendidik Tenaga Kependidikan (LPTK) ini.

Sebagai lembaga penghasil guru, sekolah lab menjadi komponen yang tidak terpisahkan. Dari sekolah itu bisa terlahir inovasi-inovasi baru di bidang pendidikan, sehingga bisa mencetak tenaga pendidik yang handal.

Setelah pengelolaannya berada satu unit di bawah UM, menurutnya pengelolaannya pun berbeda dengan sekolah yang lain. Misalnya saja masalah keuangan yang kini dibawah UM.

Tidak hanya itu, konsep pengembangannya pun akan terus dilakukan oleh unit pengelolanya yaitu unit pengembangan sekolah laboratorium (UPSL). ‘’Sudah ditunjuk kepala unitnya, tinggal pengembangan saja ke depan,’’ ucapnya.

Disinggung soal perkembangan sekolah tersebut saat ini, menurutnya memang belum optimal. Terutama SMP Lab UM yang belum menunjukkan perkembangan baik.

Akan tetapi untuk SD dan SMA nya sudah menjadi sekolah favorit di Malang. Bahkan tahun ini peminat SMA Lab UM meningkat dari sebelumnya. Apalagi tahun ini SMA Lab UM membuka program Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI).

‘’Tentunya ke depan pengembangan lab school akan terus dilakukan, dan itu bukanlah hal sulit apalagi UM punya banyak pakarnya,’’ ucapnya.

Sementara itu salah satu guru eks Proyek Perintis Sekolah Pembangunan (PPSP) IKIP yang juga guru SMAN 8 Malang mengaku senang kalau pemindahan sekolah dipilih lokasi yang tidak terlalu jauh dari lokasi asal. Bahkan jika UM mau, SMAN 8 bisa menjadi lab school untuk UM.

‘’Kami welcome sekali kalau mau sekolah ini jadi lab school, karena tentunya ini akan mendukung inovasi pembelajaran di sekolah,’’ ungkap wanita yang enggan dikorankan namanya ini.

Ia berharap, UM dan Pemkot Malang bisa segera duduk satu meja sehingga ada solusi yang bijak dari permasalahan ini. Karena keresahan memang mulai dirasakan para guru dengan semakin santer nya isu mengenai pemindahan sekolah ini. (oci/avi/malangpost)

Keywords: , , ,

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.