Home » Kota Malang, Sorotan

Waktu Buka Puasa,Patokannya Masjid Jamik

21 Agustus 2009 One Comment

Takmir masjid di Kota Malang yang hadir dalam pembinaan takmir masjid se Kota Malang dalam menyambut bulan suci Ramadan, di Kantor Depag Kota Malang, sepakat menjadikan Masjid Jamik Malang sebagai patokan waktu berbuka puasa atau maghrib.

Selama ini, masih sering terjadi perbedaan waktu antara masjid satu dengan masjid lainnya saat mengumandangkan azan Maghrib sebagai pertanda waktu berbuka puasa. Meski masing-masing masjid telah memiliki jadwal waktu salat yang sama, tapi jam yang di masjid terjadi selisih.

“Para takmir sepakat untuk menjadikan masjid jamik sebagai patokan waktu berbuka puasa. Agar ada kesamaan waktu antar masjid. Sehingga ada kepastian waktu bagi para takmir yang akan mengumandangkan azan maghrib,” kata Kasi Penamas Depag Kota Malang, Amsiono kepada Malang Post, usai menggelar pembinaan takmir masjid se Kota Malang kemarin.

Bagaimana untuk dapat mengetahui saatnya buka puasa yang ada di masjid jamik? Awalnya, ada usulan untuk waktu buka puasa ditandai dengan bleggur atau petasan yang diterbangkan ke atas langit, seperti yang dilakukan masa lampau. Tapi, hal itu tidak mudah untuk dilakukan, karena termasuk jenis petasan yang dilarang aparat keamanan.

Sebagai gantinya, melalui gelombang siaran radio FM yang dimiliki masjid jamik. Saat akan berbuka semua masjid dapat memantaunya melalui gelombang radio FM yang ada di masjid jamik. Saat waktu maghrib tiba atau saat berbuka puasa, suara sirene akan terdengar melalui gelombang radio yang akan dilanjutkan dengan azan maghrib. Di Kota Malang sendiri jumlah masjidnya sebanyak 455 masjid.

“Masjid jamik sudah punya radio FM yang dapat diterima dengan baik oleh masyarakat. Dengan bunyi sirine saat berbuka sudah dapat menggantikan penggunaan bleggur sebagai tanda berbuka puasa,” ungkapnya.

Untuk masjid yang tidak dapat menangkap siaran radio masjid jamik, dapat memantau masjid-masjid induk yang ada di masing-masing kelurahan atau kecamatan. Sehingga, waktu maghrib sama dengan masjid lainnya. “Bisa saling getok tular dengan masjid lainnya yang berdekatan,” terangnya. (aim/lim/malangpost)

Keywords: , , ,

One Comment »

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.