Home » Kabupaten Malang

Penderita DB Kabupaten Naik 100 Persen

19 Agustus 2009 No Comment

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang, dr Agus Wahyu Arifin kembali menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Malang, untuk terus waspada terhadap penyakit demam berdarah (DB). Pasalnya ditahun 2009 ini, penyakit mematikan tersebut disinyalir akan meningkat drastis.

Hal tersebut dibuktikan dengan jumlah pasien DB yang mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Sampai bulan Agustus ini, terdata sudah ada 589 pasien, delapan diantaranya sudah meninggal dunia. ‘’Enam pasien meninggal pada bulan Januari sampai April. Sedangkan dua pasien lagi meninggal mulai bulan Mei sampai pertengahan Agustus,’’ ungkap dr Agus Wahyu Arifin.

Dibanding dengan tahun 2008, peningkatan jumlah pasien DB pada tahun ini hampir 100 persen. Yakni pada tahun 2008 jumlah pasien DB terdata ada 362 pasien, dengan jumlah pasien yang meninggal 6 orang. ‘’Ini sudah membuktikan, angka penderita DB pada tahun 2009 melonjak drastis dan harus terus diwaspadai,’’ ujarnya.

Terkait peningkatan penderita DB itu, Agus menghimbau agar masyarakat di Kabupaten Malang harus selalu waspada dan selalu mengalakkan untuk 3 M. Apalagi diprediksi pada bulan Nopember – Desember jumlah pasien DB akan kembali melonjak drastis. Hal itu dikarenakan bersamaan dengan perubahan cuaca, dari musim kemarau ke musim hujan.

Kata Agus, dari jumlah penderita DB tersebut, ada di tujuh Kecamatan yang berbatasan dengan Kota Malang, paling banyak terdapat penderita DB.

Seperti Kecamatan Pakisaji, Dau, Pakis, Singosari, Kepanjen, Turen serta Kecamatan Bululawang. ‘’Dari tujuh kecamatan itu, urutan teratas adalah Kecamatan Dau. Itu karena Kecamatan Dau, daerah yang padat serta banyak kos-kosan,’’ tuturnya.

Untuk abate dan fogging sendiri, diakui Agus, kalau stok obat abate Dinkes masih cukup sampai akhir 2009. Namun, untuk fogging, Dinkes sudah menyerahkan ke Puskesmas-Puskesmas di masing-masing Kecamatan. Sebab, anggaran untuk fogging, diakui Dinkes sudah habis.

‘’Kalau fogging kami sudah serahkan ke Puskesmas. Sebab anggaran untuk fogging sudah tidak ada. Hanya mengandalkan swadaya masyarakat. Dimana untuk sekali fogging disatu titik, dana yang dibutuhkan sebesar Rp 3,5 juta. Untuk pelaksanaan fogging, begitu ada warga yang terkena DB, maka jarak 100 meter dari titik itu harus ikut difogging,’’ terangnya.

Agus menambahkan, kalau penyakit DB ini sebenarnya tidak harus sampai membawa kematian. Itu jika masyarakat sadar, begitu mengalami gejala seperti DB langsung cepat diberi pengobatan dengan membawa ke puskesmas atau rumah sakit. (agp/avi/malangpost)

Keywords: , , , , , , , , ,

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.