Kandidat Harus Selektif Kirim Lamaran Kerja
Peringatan bagi para lulusan perguruan tinggi yang ingin melamar pekerjaan. Karena banyak lowongan pekerjaan yang menjebak. Sehingga, pekerjaan yang dilamar kerap kali tidak sesuai dengan yang dibayangkan. “Biasanya lowongan yang hanya mencantumkan nomor telepon itu meragukan,” jelas Maria Eko Sulistyowati, partner of SHCM consultan center di UMM kemarin.
Maria Eko yang tampil dalam acara pelatihan menghadapi dunia kerja itu menambahkan, para pelamar harus jeli memilih perusahaan yang akan dikirimi lamaran. Cara menelitinya bisa lewat internet atau mencari informasi kepada orang yang telah bekerja di sana. Selain itu bisa dilihat dari cara perusahaan itu memasang iklan. Jika dalam iklan itu alamat jelas, maka bisanya perusahaan itu profesional. Tetapi jika dalam iklan hanya mencantumkan nomor telepon atau PO BOX, biasanya kurang profesional. “Hati-hati kalau melamar, jangan asal menyebarkan lamaran sebanyak-banyaknya,” jelas dia.
Selain itu dia juga menyarankan agar pelamar bisa tampil percaya diri saat melakukan wawancara. Termasuk memilih foto yang akan disertakan. Karena, beberapa perusahaan sudah memiliki tenaga ahli yang bisa mengetahui karaktar pelamar dari fotonya saja. Sehingga, ada perusahaan yang berani menerima atau menolak pelamar hanya dengan melihat foto pelamar itu.
Sementara, kepala pengembangan karir mahasiswa dan alumni UMM, Dwi Eko Waluyo mengatakan, kegiatan semacam itu untuk memberikan bekal kepada para mahasiswa yang telah diwisuda. Tujuannya, agar mereka siap menghadapi dunia kerja. Baik itu, kerja sebagai wiraswasta maupun sebagai karyawan.(lid/abm/radarmalang)
Keywords: lowongan, pelatihan, UMM- Berita Lainnya :
- Pasar Batu Akik di Jalan Majapahit Tetap Eksis Puluhan Tahun
- Lima Reklame Besar Dibongkar Satpol PP
- Tingkat Persaingan CPNS Teknis 1:41, Guru 1:15
- KPPU Sinyalir Malang Berpotensi Pelanggaran Tender
- Kisah 'Kiamat' 2012 Difilmkan, Raup Penghasilan Rp 2 Triliun
- Penghuni Wisma Tumapel Resah, Rektor Buka Komunikasi
- Developmentalisme itu Bohong Besar

















Leave your response!