Home » Jatim, Pendidikan

Rp 1,3 T untuk Bosda se-Jatim

16 Agustus 2009 No Comment

Pemerintah provinsi Jawa Timur (Jatim) menyiapkan dana Rp 1,3 triliun untuk program bantuan operasional sekolah daerah (Bosda) tahun 2010. Dana tersebut akan disebar ke seluruh kota dan kabupaten se-Jatim. Jumlah itu meningkat tajam dibanding dengan tahun ini yang hanya sekitar Rp 15 miliar- Rp 18 miliar. “Karena, untuk tahun ini memang hanya untuk percobaan di dua daerah, Bondowoso dan Sampang Madura,” ujar Rasiyo, Sekdaprov sebelum memberikan pidato pada wisuda UMM kemarin.

Dikatakan Rasiyo, pemprov sengaja mengucurkan dana uji coba itu ke Bondowoso dan Sampang. Karena dua daerah itu penghasilannya paling rendah di antara daerah lain di Jatim. Setelah dinilai berhasil, tahun 2010 akan dinaikkan hingga Rp 1,3 triliun. Kemudian daerah yang akan diberi bantuan juga semua.

Namun demikian, dana itu bersifat stimulus. Pemerintah daerah harus menyediakan dana talangan separonya atau sebesar Rp 605 miliar.”Kami berharap pemerintah daerah bisa menyediakan dana pendampingnya,” ujar mantan Kadiknas Pemprov Jatim ini.

Bagaimana jika ada daerah yang tidak bersedia menyiapkan dana pendamping? Menurut Rasiyo, pemerintah daerah yang demikian dinilai telah melanggar. Karena program itu adalah untuk rakyat. Pendidikan dasar sudah menjadi hak masyarakat, jika pemerintah daerah tidak menyediakan dana pendamping untuk Bosda itu maka akan terkena sanksi moral.

Dengan Bosda itu, pemerintah berharap, di Jatim sudah tidak ada lagi anak usia sekolah yang tidak sekolah. Karena untuk biaya kebutuhan dasar sekolah telah dipenuhi pemerintah. Tidak alasan bagi sekolah itu menarik biaya yang memberatkan siswa.

Sementara, rektor UMM Dr Muhadjir Effendy dalam pidatonya di hadapan 899 wisudawan kemarin memamerkan perkembangan UMM. Antara lain, kolaborasi UMM dengan univeritas-univeritas di Asia dan Eropa, yang tergabung dalam Erasmus Mundus. Dengan bergabungnya UMM ke dalam jaringan itu, UMM bisa mengakses dan bekerja sama dengan 18 universitas di Asia-Eropa itu.

Selain keberhasilan masuk dalam Erasmus Mundus, tahun ini UMM juga mendapat anugerah energy karena keberhasilan UMM mengembangan pembangkit listrik tenaga mikro hidro(PLTMH)

“UMM juga berhasil mendapat anugerah ASEAN Energy Award 2009 dari forum menteri energi se ASEAN,” ujar Muhadjir. (lid/abm/radarmalang)

Keywords: ,

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.