Home » Kota Malang

BNK Tak Disokong APBD Kota

16 Agustus 2009 No Comment

Sejak diresmikan 28 Juli lalu ternyata hingga kemarin BNK (badan narkotika) Kota Malang belum mendapat sokongan dana dari APBD. Padahal, kepengurusan BNK dan format kerja telah ditetapkan. Salah satunya, memberantas peredaran narkoba di Kota Malang.

Ketua BNK Kota Malang Bambang Priyo Utomo mengatakan, tahun 2009 ini BNK memang tak masuk penganggaran APBD. Bahkan, dana operasional tak bisa diajukan lewat PAK (perubahan anggaran keuangan) tengah tahun ini. “Memang belum ada dana sama sekali. Kami mengandalkan dana hibah. Kalau tidak salah sekitar Rp 230 juta,” ujar Bambang.

BNK melakukan razia narkoba di cafe bersama kepolisian (detik/Muhammad Aminudin)

BNK melakukan razia narkoba di cafe bersama kepolisian (detik/Muhammad Aminudin)

Kendati tak disokong dana APBD, Bambang menegaskan bahwa antisipasi terhadap narkoba tidak boleh berhenti. Mengingat, peredaran narkoba di Kota Malang cukup tinggi. Tak hanya di kalangan mahasiswa, tapi juga masyarakat umum, bahkan para ibu rumah tangga. “Tetap jalan, karena program kerja tidak dibebankan pada BNK saja. Melainkan pada semua masyarakat,” ungkap Wawali Kota Malang ini.

Bahkan, lanjut Bambang, perang terhadap narkoba dilakukan dari tingkatan pemerintahan paling kecil, yakni rukun tetangga. Selain itu, komitmen ini diwujudkan oleh Kelurahan Mulyorejo yang dinyatakan sebagai kelurahan bebas narkoba. Juga, komitmen Kelurahan Merjosari. “Waspada narkoba sama pentingnya dengan waspada terorisme. Bahaya narkoba malah lebih ekstrim karena menghancurkan generasi, bukan sekelompok orang,” tambah Bambang.

Lebih lanjut, minimnya dana hibah tersebut juga tak akan berpengaruh pada kinerja posko Gesank (gerakan sadar narkoba). Dipastikan tahun ini jumlah posko Gesank di Kota Malang mencapai 325 posko. Dari jumlah itu, telah aktif 200 posko Gesank, sedang 125 lainnya dalam tahap pengajuan.

“Posko Gesank ini sama sekali tak mendapat stimulan APBD. Karena posko itu bentuk kesadaran dan loyalitas warga memberantas narkoba,” tandas dia.

Lebih lanjut, menurut Bambang, karena tak bisa masuk APBD sekaligus PAK 2009, diprediksi biaya operasional serta program BNK akan masuk APBD 2010 mendatang. (nen/abm/radarmalang)

Keywords: , ,

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.