Home » Pendidikan

Raih Doktor dengan Disertasi Mengangkat Peran Politik Perempuan Manggarai

14 Agustus 2009 One Comment

Pendidikan dan karir tinggi bagi perempuan Ruteng Manggarai Flores bisa dibilang masih langka. Namun, bagi sosok Yustina Ndung mampu mendobrak stigma itu. Hari ini melalui proses sakral Ujian Terbuka Doktor pada Program Pascasarjana Universitas Merdeka (Unmer) Malang, Yustin berhasil meraih gelar Doktor. Disertasi berjudul Konstruksi Peran Politik Perempuan mengantarkannya meraih gelar tersebut.

“Adat penduduk Manggarai sejak kecil sudah ada pembedaan antara laki-laki dan perempuan, bahkan pembedaan itu sudah dilakukan sejak anak lahir,” kata Yustina ketika ditemui seusai gladi bersih di Gedung PPI Unmer Malang, kemarin.

Karena latar belakang itu pula, wanita yang hobi mencipta lagu daerah ini mengangkat tema mengenai perempuan. Hanya saja penekannya pada peran politik perempuan di Manggarai. Dijelaskan, masyarakat Manggarai adalah masyarakat Patrilinial. Sejak lahir ada tradisi menyanyakan jenis kelamin anak ketika tangisan pertama terdengar. Biasanya ayah atau orang yang dipercayakan akan memukul dinding luar kamar bayi yang dilahirkan sambil bertanya “ata pe’ang ko ata one”, yang artinya orang luar atau orang dalam. Maksudnya perempuan atau laki-laki.

Dalam masyarakat Manggarai, anak perempuan dipandang sebagai orang luar dan anak laki-laki sebagai orang dalam. Pembedaan sejak lahir itu berdampak pada perbedaan perlakukan, hak dan kesempatan. Anak laki-laki mendapat hak dan kesempatan yang utama untuk mengembangkan diri melalui pendidikan, politik dan kehidupan sosial masyarakat.

Sedangkan perempuan menjadi subordinasi yang sangat dibatasi untuk mengembangkan diri. Sehingga sedikit jumlah perempuan yang berpendidikan, menjadi pemimpin atau terlibat dalam bidang politik. Saat ini, kata dia, sudah ada perempuan yang terlibat aktif di bidang politik, namun belum dapat memenuhi kuota 30 persen.

Menurutnya, ada empat faktor yang mempengaruhi peran perempuan Manggarai dalam politik. Pertama, adat dengan paradigma Ata One Ata Pe’ang, kedua agama yang dianut masyarakat yang mayoritas Katolik, dengan dominasi laki-laki di gereja. Ketiga, kesempatan pendidikan bagi kaum wanita, dan keempat kepastian hukum. Kepastian hukum ini sebenarnya bersifat global. Dimana sejak lahirnya putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai pemilihan legislative dengan suara terbanyak, maka keterwakilan 30 persen perempuan akan tergeser.

Ditegaskan, yang terpenting dari beberapa faktor itu, lanjut Yustina, adalah kualitas perempuan sendiri. Semakin tinggi kualitas perempuan, maka semakin tinggi pula bargaining position nya, yang menggambarkan makna peranan politik perempuan dalam partai politik dan legislative. “Faktor internal perempuan sangat penting, karena semakin berkualitas maka semakin tinggi nilai tawarnya,” imbuhnya.

Strategi yang bisa dilakukan untuk meningkatkan partisipasi politik perempuan Manggarai, menurutnya, adalah strategi Investment-divestmen, yaitu upaya mengurangi kelemahan atau weakness dengan memanfaatkan peluang yang ada.

Pemberdayaan perempuan di bidang pendidikan, sosial, budaya dan politik perlu ditingkatkan. Untuk itu dibutuhkan komitmen partai politik dan kerja sama semua komponen masyarakat, pemerintah, gereja, LSM dan civil society. Serta tersedianya kader perempuan yang berkualifikasi dan kapabel. Sebab pemberdayaan perempuan dalam politik tergantung dominasi kekuasaan. Artinya, kekuasaan elite menjadi tumpuan untuk merefleksi keterlibatan perempuan dalam politik, seperti tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh religi, dan tokoh pemerintah.

Berawal Dari Tugas Belajar

PELAYAN Gereja Dioses di Ruteng Manggarai, Yustina Ndung meraih gelar Doktor hari ini. Sebuah perjalanan yang tidak mudah bagi seorang wanita yang hidup di tengah masyarakat patriarki untuk bisa meraih gelar tersebut.

Berawal dari tugas belajar ke Universitas Merdeka (Unmer) Malang, Yustina bisa menyelesaikan program S3. Pada 2002 lalu, ia mengambil program Magister Administrasi Publik (S2). “Sebenarnya tujuan awal hanya menyelesaikan studi magister. Namun atas dorongan berbagai pihak, saya bisa menyelesaikan studi doctoral ini,” ungkapnya.

Menurutnya, salah satu orang yang memberikan semangat tinggi untuk menyelesaikan studi doctoral ini adalah pembimbing S2 nya, yaitu Dr Kridawati Sadhana MS. Bahkan, kata Yustina, wanita yang kini menjabat Rektor Unmer Malang itu memberikan kesempatan dan peluang untuknya, sehingga bisa menyelesaikan studi S3 dengan biaya sendiri. Baik melalui berbagai penulisan dan sebagainya.

Lalu apa ambisi nya ke depan? Menurutnya, kembali ke Ruteng Manggarai pasti, akan tetapi berada di Malang pun baginya merupakan bentuk pelayanan. Di Malang selain studi, wanita berambut pendek ini juga membimbing mahasiswa Manggarai yang kuliah di Malang. Bahkan, dengan kepiawaiannya dalam bermusik, dibentuklah beberapa grup vokal. Salah satunya, Manggarai to Malang (M2M). “Saya hobi bernyanyi, dan saya menjadi moderator bagi adik-adik mahasiswa,” tuturnya.

Kebolehan Yustin menciptakan lagu sudah terbukti dengan lahirnya beberapa album. Ada tiga album yang sudah ditelorkannya. Semuanya adalah lagu-lagu daerah. Salah satu lagu favorit yang juga ciptaannya berjudul Riko, yang artinya sederhana dan rendah hati.

“Saya berharap mahasiswa tidak melupakan daerah nya. Karena itu, melalui lagu-lagu daerah ini saya mengajak mereka untuk tetap mencintai Manggarai,” pungkasnya. (oci/sir/malangpost)

Keywords: , , ,

One Comment »

  • Kondo Elor said:

    selamat buat weta Yustina Ndung.Saya dukung klu weta Yustina pulang dan mengabdi di Mangggarai. Semoga dengan kehadiran weta Yustina di Manggarai,tradisi- tradisi lama yang memprioritaskan kaum Adam di sana dpt perlahan di hilangkan. Serta kemauan belajar dari generasi- generasi muda manggarai lebih di tingkatkan lagi. Mari kita mengejar ilmu setinggi langit.Sekali lagi ku ucapkan Selamat buat Weta Yustina Ndung.

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.