Rencana Relokasi PKL Alun-Alun Dan Pembangunan Pasar Wisata Belum Ada Kepastian
Pembangunan pasar wisata di sisi Utara Alun-alun Kota Batu hingga sekarang belum menunjukkan kejelasan. Padahal gagasan untuk melakukan relokasi terhadap para pedagang kaki lima (PKL) sudah muncul sejak tiga tahun lalu.
Malahan dalam kurun waktu tiga tahun itu selalu dimunculkan gagasan melakukan relokasi, namun nyatanya tak pernah relokasi. Kini, ide untuk melakukan pembangunan pasar wisata sebagai tempat yang baru bagi PKL itu muncul kembali.
Menurut Asisten I Bidang Pemerintahan dan Perekonomian Pemkot Batu, Mariyadi relokasi PKL itu segera dilaksanakan, ketika tempat yang baru sudah tersedia.
Pada tahap awal, akan dilakukan pemugaran taman Alun-alun Batu pada tahun ini.
â€Tahap awal sudah direncanakan melakukan pemugaran taman Alun-alun itu. Tentunya, masuk dalam anggaran Perubahan Anggaran Khusus (PAK). Soal nominalnya bisa tanya kepada dinas teknisnya,†kata Mariyadi di Pendapa Pemkot Batu, Senin (10/8).
Sedangkan untuk pembangunan pasar, lanjut dia, sampai kini masih belum ada master of understanding (MoU) dengan investornya. Sehingga proses relokasi para PKL diseputar Alun-alun masih belum ada kepastiannya.
Diketahui, jumlah pedagang yang berada diseputar Alun-alun Batu itu sebanyak 350 orang. Mereka terdiri dari pedang di sebelah selatan Alun-alun, sebelah barat atau didepan GOR Ganesha, Jl Kartini dan Jl Sudiro.
Para PKL itu kalau pagi hingga siang banyak menjual makanan – minuman di depan GOR Ganesha. Sedangkan pedagang lainnya menggelar dagangan pada sore hingga malam. Misal, Jl Munif dan Jl Sudiro PKL banyak menjual aneka makanan dan minuman. Sedangkan untuk di Jl Kartini banyak menggelar dagangan pakaian dan aneka lainnya.
Koordinator Paguyuban PKL Alun-alun Batu, H Brodin mengatakan, untuk menciptakan kota wisata yang sebenarnya sudah layaknya PKL di sepuran kota Batu ini ditata lebih rapi oleh Pemkot. Karena mereka memberikan tidak sedikit pada perkembangan kota ini. Sehingga lanjut dia, PKL akan menyambut gembira ketika ada investor yang bisa membangunkan sebuah pasar dengan cicilan yang murah. â€Sudah 3 tahun kita mendengar akan direlokasi dan ditempatkan dilokasi yang strategis, tetapi nyatanya sampai kini masih belum ada kejelasan,†ujarnya.
Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) kota Batu, Susetya Herawan mengatakan, untuk perencanaan pemugaran Alun-alun Batu telah dianggarkan Rp 436 juta. Sedangkan otal anggaran untuk pembangunan Taman Kota dengan konsep modern disediakan Rp 11,4 miliar. â€Perencanaan ini meliputi konsep pembangunan taman hingga konsep penataan pedagang kaki lima (PKL) yang sekarang ada di alun-alun. Saat ini kita mempersiapkan konsep alternatif untuk memindahkan para PKL tersebut,†katanya.
Pemugaran Alun-alun Kota menjadi Taman Kota ini diperkirakan cukup rumit. Misal, jalan yang melewati alun-alun akan ditutup. Selain itu, salah satu pertokoan besar persis di depan alun-alun akan dibongkar. Bahkan para PKL yang biasanya berdagang di alun-alun nanti akan direlokasi ke kompleks Dinas Pemuda Olahraga, Sosial dan Tenaga Kerja (Disporasosnaker) atau di sekitar Stadion Gelora Brantas.
(ned/surabayapagi)
















Tidak ada Komentar »
Belum ada komentar.
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik
Tinggalkan komentar