Home » Kota Batu, Utama

DPRD Pertanyakan Anggaran 2 Milyar untuk FFI 2009 di Batu

10 Agustus 2009 No Comment

Anggaran Rp 2 miliar yang diajukan oleh Pemkot Batu melalui PAK 2009 untuk menjadi tuan rumah pagelaran Festifal Film Indonesia (FFI), dipertanyakan DPRD Batu. Pasalnya, dewan menilai tidak ada detail kejelasan peruntukan yang disebutkan dalam draft yang diajukan oleh Pemkot.

Wakil Ketua DPRD Kota Batu, Punjul Santoso, kemarin membenarkan hal itu. Menurutnya, anggran sebesar itu masih belum jelas peruntukannya sekaligus keuntungannya bagi masyarakat Kota Batu. ”Sebab masih benyak pembangunan yang lebih berguna bagi masyarakat daripada menggelar FFI di kota ini,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, ketika diajukan anggaran itu didalam PAK, dewan tidak pernah diajak komunikasi. Namun, tiba-tiba muncul dalam draft, sehingga dengan terpaksa dewan mempertanyakan hal itu.

”Kita tidak mau gegabah dalam masalah ini, dewan akan mengajak komunikasi lebih jauh lagi sebelum ada keputusan. Selain itu, anggaran sebesar itu masih belum diketahui leading sektornya. Tentu saja kita bertanya-tanya,” tegasnya.

Hal senada diungkapkan Ketua Komisi C DPRD Kota Batu, Hariono MC. Ia mengatakan, dalam draft anggaran yang diajukan Pemkot disebutkan ada anggaran Rp 2 miliar untuk persiapan sebagai tuan rumah. Namun dalam draft pengajuan itu tidak ada detail penggunaan yang semestinya juga harus disebutkan.

”Kita sebenarnya tidak ada masalah soal rencana pengajuan anggaran itu, namun seharusnya Pemkot menjelaskan anggaran itu untuk kebutuhan apa saja. Ada rasionalisasi penggunaan anggaran yang harus dijelaskan, bukan sekadar mengajukan,” urainya.

Ia menambahkan, untuk kemajuan kota Batu, sebenarnya keinginan Pemkot untuk menjadi tuan rumah FFI yang rencananya digelar Desember nanti, itu wajar saja. Maka anggaran yang diajukan wajar sebagai biaya tuan rumah.

Meski demikian, penggunaan anggaran harus tepat guna, sesuai dengan sasaran program peruntukan dan tidak menyalahi aturan. Untuk meminimalisir potensi penyelewengan anggaran, harus ada detail peruntukan dalam draft yang diajukan.

”Sehingga kita tahu akan digunakan untuk kebutuhan apa saja anggaran itu, apalagi ini juga menggunakan uang negara,” jelasnya.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Dispartabud) Kota Batu, Syamsul Huda mengatakan, anggaran yang diajukan itu sepenuhnya untuk kebutuhan akomodasi, transportasi crew FFI, dan honorarium bagi para bintang tamu.

”Sepenuhnya kebutuhan para tamu dan peserta di ajang FFI ini akan ditanggung Pemkot Batu, sedangkan anggaran itu akan diturunkan melalui panitia penyelenggara di level pusat hingga panitia lokal,” urainya.

Pemkot, menurut Syamsul, mempunyai tujuan strategis dengan penyelenggaraan FFI di kota ini. Salah satunya membuka mata para masyarakat luar akan potensi yang dimiliki kota apel ini. Sehingga nantinya bisa menarik minat para investor untuk menanamkan modal di kota Batu ini.

Maka kebutuhan anggaran Rp 2 miliar itu dinilai sangat wajar untuk pencapaian yang lebih tinggi. Apalagi dalam penyelenggaraan FFI itu juga diharapkan ikut mendongkrak ekonomi masyarakat juga.

Anggaran yang dibutuhkan dalam penyelenggaraan FFI ini sebenrnya mencapai Rp 5 miliar. Pemkot Batu mengajukan bantuan sebesar Rp 3 miliar dari Pemprop Jatim. Sedangkan sisanya bersumber dari APBD kota Batu yang diajukan melalui PAK 2009.

“Yang jelas anggaran ini seluruhnya diperuntukkan bagi suksesnya acara dengan tujuan jangka panjang adalah bisa menggaet investor baru masuk ke Batu,” katanya.
(ned/surabayapagi)

Keywords: , , ,

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.