1.200 Manula Di Batu Buta Aksara
Sebanyak 1.200 orang di kota Batu berusia di atas 44 tahun dinyatakan masih buta aksara. Mereka sebagian besar berada di Kecamatan Junrejo dan Kecamatan Bumiaji. Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Batu menargetkan tahun ini bisa memberantas buta aksara tersebut.
Kepala Bidang Pendidikan Non Formal Dindik Kota Batu, Mariaji mengatakan, angka buta aksara ini merupakan hasil pendataan tahun 2008. Untuk itu Dindik menyiapkan bimbingan belajar setiap orang diajari baca, tulis, hitung (calisto).

(dok.BP-PLSP)
â€Dalam pemberantasan buta huruf kita akan melibatkan beberapa elemen masyarakat, diantaranya PKK, LSM seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) hingga Persit Kartika Candra Kirana. Dengan begitu tahun ini semua sudah melek aksara,†urai Mariaji, kemarin.
Dia menambahkan, jumlah masyarakat yang terdata sebagai buta aksara itu, bekerja mulai dari petani, pedagang dan beberapa sektor usaha lain. Jumlah buta aksara itu dibagi menjadi 60 kelompok dengan setiap kelompok beranggotakan 20 orang. Setiap kelompok juga disiapkan seorang tutor atau pendamping dan juga seorang sumber yang berposisi sebagai pemateri.
Materi yang diberikan berdasarkan kesepakatan dari anggota kelompok tersebut. Mulai dari belajar calisto, juga diajarai keterampilan sesuai dengan minat masing-masing kelompok bimbingan belajar. Dengan begitu warga yang buta aksara tidak hanya bisa membaca atau menulis saja, namun punya bekal keterampilan, jelas Mariaji.
â€Untuk proses belajar bagi buta aksara ini setidaknya membutuhkan waktu enam bulan, saat ini sudah ada yang memulai sejak dua bulan lalu ada juga yang sudah sejak tiga bulan lalu. Setidaknya Desember nanti proses ini selesai dan kita siap menyatakan diri bebas dari buta aksara,†ujarnya.
Mariaji mengungkapkan, untuk proses belajar mengajar pemberantasan buta aksara dibantu oleh anggaran dari APBN dan APBD kota Batu. Anggaran ini dipergunakan untuk keperluan alat tulis dan juga honor bagi pemateri. Besarnya anggaran yang cair ditiap kelompok juga bervariatif, ada yang mendapat Rp 1 juta per kelompok per bulan dan ada juga yang lebih.
â€Untuk berapa total besar anggarannya saya tidak enak menyebutkan, kawatir ada pendapat yang tidak enak disetiap kelompok yang menerima anggaran berbeda,†kilahnya yang enggan menyebutkan total anggaran tersebut.
Mereka yang selesai menempuh proses ini nantinya akan mendapatkan sertifikat, yakni surat keterangan melek aksara (SUKMA) dari Dindik kota Batu. Bagi yang ingin melanjutkan ke program kejar paket A (setara SD) bisa mengikuti ini dengan berbekal sertifikat tersebut.
(ned/surabayapagi)
















Tidak ada Komentar »
Belum ada komentar.
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik
Tinggalkan komentar