Home » Kota Malang

Gugatan SMK Swasta Berangkat dari Realita Pendidikan

8 Agustus 2009 No Comment

Tak ada asap jika tak ada api. Komentar ini diungkapkan Pemerhati pendidikan Kota Malang, HM Kamilun Muhtadin menanggapi aksi protes ratusan guru SMK yang mengatasnamakan dirinya Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Swasta.

“Gugatan itu berangkat dari realita, apa yang dituntut teman-teman SMK itu karena melihat realita,” ungkapnya.

Mantan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Malang ini membeberkan karena kebijakan program Kota Vokasi, di tingkat SMK dan SMA swasta mulai banyak sekolah yang gulung tikar. Banyak sekolah yang awalnya bisa membuka delapan kelas untuk penerimaan siswa baru, tahun ini surut menjadi lima kelas saja. Bahkan ada yang hanya menerima 12 pendaftar saja tahun ini.

Bahkan yang membuatnya kecewa adalah banyak SMK yang pada PSB tahun diklat 2009/2012 ini membuka pendaftaran sebelum ujian nasional (UN) SMP diumumkan. Tidak hanya itu, SMK bahkan rela menggenjot guru nya hingga pulang malam karena kebijakan double shift di sekolah.

“SMK swasta harusnya juga menjadi binaan Disdik, tidak hanya sekolah negeri saja,” tegasnya.
Ia mengingatkan, jika sampai sekolah swasta gulung tikar imbasnya tidak hanya pada sekolah saja. Tapi pada para guru yang juga punya keluarga. Bahkan kata dia ada guru yang sampai berkata “kami juga guru bergelar sarjana, dan kami butuh asap dapur kami tetap mengepul”.

Sementara itu Ketua MKKS SMK swasta HM John Nadha Firmana menuturkan pihaknya terus berkoordinasi dan menggalang kekuatan bersama 32 SMK swasta di Malang. Perjuangan ini menurutnya akan terus disuarakan sampai tahun depan. Karena sebenarnya bukan nasib sekolah saja yang diperjuangkan, tapi juga nasib para guru. Di 32 SMK swasta masing-masing ada 20 guru dan dua tenaga TU yang masih ingin mengabdi untuk pendidikan.

Terpisah Kepala Disdik Kota Malang, Dr HM Shofwan SH Msi enggan berkomentar mengenai gugatan perdata yang dilayangkan MKKS SMK Swasta. Hanya saja dalam SMS singkatnya Shofwan menuturkan berfikir bijak dan jernih dalam memecahkan semua masalah. Karena sebagai pelayan masyarakat masalah PSB adalah masalah pelayanan kepada masyarakat. (oci/eno/malangpost)

Keywords: , , , ,

Tidak ada Komentar »

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik

Tinggalkan komentar