Home » Kota Malang

Profesi Sekretaris Membutuhkan Kedekatan Profesional dengan Atasan

28 Juli 2009 No Comment

Memahami karakter bos dan mengenal stakeholder merupakan salah satu rahasia utama untuk menjadi sekretaris yang baik. Begitulah yang dikatakan Neneng Nurlela Ketua Ikatan Seketaris Indonesia (ISI) Jawa Barat saat menjadi pembicara Seminar setengah hari yang digelar Ikatan Sekretaris Indonesia (ISI) Cabang Malang di Ballroom Hotel Tugu kemarin.

Dengan tema The Secret of Service For Secretary And Administrative Profesional, Neneng menjelaskan, pemahaman karakter bos itu dilakukan tidak sekadarnya, namun harus all out. Dan pemahaman tentang karakter tersebut tidak bisa diketahui hanya sekadar pengelihatan se mata, tapi juga harus dikomunikasikan.

Neneng Nurlaela Arief

Neneng Nurlaela Arief

“Salah satu contohnya, bos kita kerap marah-marah. Kita harus bisa mendekati, dan mengajak berkomunikasi, apa yang tidak berkenan dengan kemauannya. Sehingga saat ada jawaban, kita harus memahaminya dan tidak lagi melakukan hal yang sama yang membuat bos kita marah,’’ terang Neneng kemarin.

Wanita cantik ini juga mengatakan, minimnya komunikasi antara sekretaris dengan bos mengancam terjadi miss komunikasi. Itu lantaran, tidak ada kecocokan antara keinginan bos dengan tugas yang dikerjakan sekretaris. “Jangan takut dibilang sok, jika memang itu untuk membangun kebaikan. Karena sekretaris dalam perusahaan ini merupakan posisi penting, karena harus memenuhi segala kebutuhan, dalam hal pekerjaan,’’ begitu kata pemenang Secretary Award tingkat Asia Pasific Counties (ASA) Mumbai India 2006 lalu.

Pengenalan stakeholder, contohnya kolega atau rekan bisnis juga menjadi kunci utama bagi sekretaris. Pengenalan ini bukan sebagai pribadi, tapi masih lingkup dengan pekerjaan. “Tujuannya adalah bukan untuk sok kenal. Tapi untuk memudahkan urusan bisnis perusahaan tentunya. Contohnya saat kita mengirimkan surat atau undangan, jika kita sudah kenal, maka kita bisa mengecek langsung kepada yang bersangkutan,’’ tambah Neneng.

Pekerjaan sekretaris kerap kali mendapat cap yang salah. Apalagi dengan keakraban antara sekretaris dengan bos, kerap mendapat cap yang salah. Hal itulah yang penting dan harus digaris bawahi. “Be Friendly, but not friend with your boss, (Keakraban itu harus tetap ada batasan. Karena kita juga harus paham, yang kita hadapi itu bukan teman kita tapi atasan kita,’’ tambah Neneng.

Selain dihadiri Ketua ISI Jawa Barat, seminar setengah hari itu juga menghadirkan H Husnun D Juraid, redaktur senior Malang Post. Dihadapan para peserta seminar, Husnun memberikan pembelajaran tentang pembuatan press release. Tujuannya sudah tentu, sekretaris tidak sekadar sebagai penyedia data para bos, namun juga bisa menuliskan press release untuk disebarkan ke media-media.

Sementara itu, Ketua ISI Cabang Malang Sri Sudarwati mengatakan, seminar sehari ini sengaja digelar, pertama untuk menambah wawasan peserta tentang ilmu kesekretarisan, termasuk memperingati HUT ke 15 ISI Cabang Malang. “Pesertanya ada sekitar 80 dan mereka berasal dari seluruh Jawa Timur. Tapi ada juga yang berasal dari luar Jawa Timur, tapi mereka bukan peserta tetap, tapi hanya perwakilan saja,’’ tandas Sri Sudarwati di sela-sela kegiatan kemarin.(ira/lim/malangpost)

Keywords: ,

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.