Home » Pendidikan

Intelligent Regulator Inovasi Mahasiswa ITS, Atasi Kebocoran Gas LPG

25 Juli 2009 No Comment

Banyak hasil karya mahasiswa yang menarik disimak. Apalagi temuan itu tergolong baru dan belum pernah ada. Lantas, apa saja yang sudah ditemukan sang mahasiswa? Berikut catatannya.

REGULATOR cerdas atau Intelligent Regulator dirancang sejumlah mahasiswa D3 Elektro Industri Politeknik Negeri Surabaya (PENS) ITS. Sesuai dengan namanya, regulator ini tidak seperti kebanyakan regulator yang dijual di pasaran.

Dalam ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) XXII di Universitas Brawijaya, temuan berupa regulator yang cerdas ini diusung mahasiswa PENS ITS. Yang ikut dilombakan untuk kelompok Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Teknologi. Dengan teknologi ini, masyarakat tidak perlu khawatir dengan kasus kebakaran karena kebocoran gas LPG.

‘’Alat ini praktis dalam penggunaan, dan mengurangi risiko bahaya ledakan atau kebakaran akibat kebocoran gas,’’ ungkap salah satu anggota kelompok PKMT PENS ITS, Oxsi Purbaya kepada Malang Post.

Hasil temuan mahasiswa ini terdiri dari seperangkat alat yang dapat mendeteksi dan mengamankan secara otomatis bila terjadi kebocoran gas LPG.

Dengan cara menghentikan aliran gas yang bocor dan selanjutnya membuang sisa gas yang bocor ke luar ruangan menggunakan exhaust fan atau kipas angin.

Alat ini terdiri dari valve gas dengan prinsip kerja normally close. Artinya valve akan tertutup dalam kondisi normal, namun jika terjadi kebocoran valve akan membuka.

Valve gas ini juga dilengkapi dengan sensor gas, sehingga saat ada gas yang bocor alat sensor akan mendeteksinya. Kemudian mengirimkan informasi mengenai kebocoran ini pada monitor yang tersedia.

Disitu akan tertuliskan berapa kadar kebocoran yang terjadi. Sensor ini tidak hanya diletakkan di bagian atas tabung, tapi juga di bagian bawah tabung. Karena ada indikasi bahwa kebocoran mungkin terjadi dari sisi atas ataupun bawah. ‘’Sensor pun akan mengirimkan informasi dimana letak kebocoran itu,’’ ucapnya.

Menariknya lagi, alat ini bekerja sangat efektif. Saat kebocoran terjadi, biasanya akan muncul risiko kebakaran jika tanpa sengaja ada yang menyalakan api. Karena itu antisipasinya adalah dengan memasang kipas angin yang akan langsung membersihkan gas yang bocor.

Proses kerja alat ini dijelaskannya yaitu bila kebocoran gas terjadi, maka monitor akan membunyikan alarm dan lampu menyala. Secara otomatis, valve akan menutup aliran gas dan mengaktifkan exhaust fan. Setelah itu monitor menunjukkan posisi aman.

Menurut Oxsi, ide pembuatan teknologi ini berawal dari maraknya kasus kebakaran karena kebocoran gas LPG. Karena itu, tim PKMT yang terdiri dari M Firmansyah, Mochammad Masrur, Oxsi Purbaya, dan Anang Priono pun merancang teknologi ini. Dibawah bimbingan Ir Era Purwanto M.Eng.

Usai pelaksanaan Pimnas, rencananya tim akan menawarkan teknologi ini kepada Pertamina. Mereka berharap program konversi minyak tanah dengan gas LPG bisa dilengkapi dengan regulator pengaman ini. Dengan menggandeng industri atau pemerintah, tentunya pengadaan alat ini biayanya akan jauh lebih murah.

Kalau saat ini mahasiswa membutuhkan dana hingga Rp 1 juta lebih, dengan menawarkan teknologi ini pada pihak mitra harganya bisa lebih ditekan. ‘’Usai Pimnas kami akan coba menawarkan ide ini pada Pertamina,’’ pungkasnya. (lailatul rosida/malangpost)

Keywords: , , , ,

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.