Home » Kota Malang

Pedagang Buku Velodrome Akhirnya Bisa Tempati Kios

24 Juli 2009 No Comment

Tuntutan pedagang buku Velodrome akhirnya terpenuhi. Mereka kini sudah mendapatkan kepastian menempati kios buku Velodrome walaupun kunci bedak belum dipegang oleh masing-masing pedagang. Keputusan ini setelah Dinas Pasar akhirnya mendapatkan lampu hijau dari Bank BRI Martadinata sebagai mitra yang akan memberikan pinjaman kepada sekitar 36 pedagang buku Velodrome. Dinas Pasar lantas pun merencanakan akan meresmikan bedak buku Velodrome pada akhir Juli nanti.

Drs. J. Hartono Kadis Pasar Kota Malang membeberkan, telah terjadi persetujuan terkait pengajuan pinjaman dana dari para pedagang buku Velodrome dari Bank BRI. Proses pinjaman dari BRI kepada pedagang menurutnya akan dilakukan antara bank dengan pedagang secara langsung. ”Dinas Pasar telah memfasilitasi antara peminjam dan bank. Prosedur pinjaman itu antara bank dan pedagangnya,” ujar Hartono kepada Malang Post kemarin.

Selanjutnya, Dinas Pasar berencana akan segera meresmikan pedagang buku Velodrome setelah semua permasalahan dapat teratasi. Direncanakana peresmian akan dilakukan selambat-lambatnya pada akhir Juli nanti. ”Rencananya mungkin pada Sabtu depan nanti,” jelasnya.

Sementara juru bicara paguyuban pedagang buku Mochammad Abdurahman mengatakan, pedagang buku sudah mulai menempati kios mereka sejak pintu kios dibuka pada Selasa (21/7) lalu, walaupun pedagang belum diberi kunci kios oleh pemborong. Masing-masing penghuni kios lantas menggembok pintu kios mereka menggunakan kunci gembok sendiri. Sebagian besar barang-barang milik pedagang di bekas kantor Dinas Pertamanan pun sudah dipindahkan.

”Di sana tinggal sebagian kecil saja buku-buku milik pedagang. Sudah banyak yang diangkut ke kios,” beber Abdurrahman.

Mengenai kepastian turunnya pinjaman, Abdurrahman alias Mamat mengatakan belum ada penjelasan pasti dari bank. Dilanjutkannya, sesuai dengan hasil pertemuan dengan Dinas Pasar, prosedur pemberian pinjaman akan dilakukan sesuai dengan prosedur bank tersebut.

”Kami harus menjalani survey dari BRI, rencananya survey dilakukan pada Sabtu (25/7) nanti,” ujarnya. Disebutkan Mamat, dari 36 pedagang, terkumpul permintaan pinjaman sekitar Rp 210 juta dengan besaran per orang antara Rp 3 juta hingga Rp 10 juta. (pit/lim/malangpost)

Keywords: , , ,

Tidak ada Komentar »

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik

Tinggalkan komentar