Pendaftaran SMP Terbuka Masih Dibuka
Bagi orang tua siswa yang belum mendaftarkan anaknya di SMP, masih terbuka peluang. Karena pendaftaran SMP Terbuka di Kota Malang masih dibuka. SMP Terbuka ini siap menampung masyarakat yang ingin menikmati pendidikan formal tanpa ikatan waktu. Di SMP Terbuka Negeri 05, pendaftaran siswanya akan dibuka setelah pelaksanaan Masa Orientasi Siswa (MOS).
“Pendaftarannya akan kami buka setelah MOS, supaya masyarakat yang belum tertampung bisa mendaftar di sekolah terbuka ini,†ungkap Kepala SMPN Terbuka 05, Drs Waris Santoso kepada Malang Post.
Waris menuturkan, tahun ini pihaknya kembali menerima siswa untuk satu kelas saja.
Jumlah ini sudah maksimal mengingat tenaga pendidik dan fasilitasnya juga terbatas. Para siswa sekolah terbuka ini akan mengikuti kegiatan belajar di sore hari setelah selesai kelas reguler pagi harinya. SMPN Terbuka 05 ini berlokasi di SMPN 18 Malang.
Sementara itu Kabid Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan Kota Malang, Sugiharto menuturkan pendaftaran siswa SMP terbuka negeri ini sudah diawali saat Pendaftaran Siswa Baru (PSB) online.
“Saat PSB online sebenarnya pendaftaran sudah dibuka, tapi kesempatan mendaftar masih terus dibuka sampai beberapa minggu ke depan,†ucapnya.
Sugiharto menegaskan, siswa SMP Terbuka ini terbuka bagi masyarakat usia wajib belajar. Terutama yang tidak bisa mengikuti pendidikan formal dengan jadwal rutin belajar di sekolah setiap hari. Pelajar SMP terbuka bisa mengikuti pembelajaran di luar kelas dan beberapa waktu saja di sekolah. Namun khusus di SMP Terbuka Negeri 01, pembelajaran dilaksanakan setiap hari, namun waktunya khusus sore hari.
Saat ini sekolah tersebut terpilih sebagai salah satu dari ratusan SMP Terbuka se-Indonesia, sebagai proyek percontohan SMP Terbuka Jarak Jauh, yang diadakan Departemen Pendidikan Nasional. Melalui program SMP Terbuka Jarak Jauh, peserta kini bisa mendalami pelajaran tidak hanya melalui tatap muka di kelas, namun juga melalui internet.
â€Selama ini, kelemahan SMP Terbuka ada pada frekuensi pertemuan yang kalah jauh dibanding sekolah formal,†ujarnya.
Sekolah formal, lanjutnya, bisa menghabiskan 36 jam dalam satu minggu. Sementara peserta SMP terbuka, selama ini hanya menghabiskan 16 jam dalam seminggu. Karena jumlah jam tatap muka yang tak sebanding, maka wajar bila selama ini peserta SMP Terbuka keteteran. Apalagi, kebanyakan peserta SMP terbuka, membatasi dirinya dengan pekerjaan di luar sekolah. Untuk tahap awal, Depdiknas akan menggelontor SMP Terbuka Malang I dengan 40 komputer lengkap beserta fasilitas internet. (oci/eno/malangpost)
Keywords: kurikulum, pedaftaran SMP, PSB, sekolah, SMP Terbuka- Berita Lainnya :
- Pisah Sambut Kapolresta Undang Artis Ibukota
- Tes SBMPTN Membawa Keuntungan
- SMAN 3 Suguhkan Tari Topeng di SGGS di Malaysia
- Tayang Perdana Penonton Man of Steel Lebih Membludak
- Lapangan Tergenang Air, Laga Arema IPL Batal
- Perpus Keliling Sebar Virus Membaca
- Lucu dan Berbulu Lebat, Kelinci English Angora Jadi Favorit
















baik sekali dengan adanya SMP Terbuka yang on line, namun sayangnya SDM yang di rekrut adalah SDM penggenap Jam sertifikasi Guru dalam Jabatan dan atau SDM tenaga sisa dari Sekolah negeri, seandainya para pembina SMP Terbuka benar-benar di kelola dengan SDM Inti, saya penulis percaya sekolah ini akan banyak memberikan manfaat terlaksananya program wajib belajar yang di canangkan pemerintah akan sukses, disamping itu, program pemerintah untuk menguranagi pengangguran dpt tercapai, sekaligus dapat mensinergikan Lembaga Perguruan tinggi yang selama ini mencetak tenaga pendidik. Saya berharap agar program pemerintah yang menggerojok dana begitu besar tidak sia-sia. Apa yang saya sampaikan ini bukan sekedar basa-basi, namun merupakan kenyataan. contoh peserta UN sebanyak kurang lebih 85 siswa di suatu SMP Terbuka Negeri yang lulus hanya 15 orang, pada hal dari segi SDM siswa masuk seperti reguler. Mohon Pemerintah Pusat untuk mengkaji lebih jauh tentang SDM pendidik. Saya salut sekali pada Pendidik di SMP Terbuka Negeri yang sudah bersusah payah mendidik generasi bangsa, namun relakan tempat saudara untuk generasi muda yang lain, yang belum mendapatkan pekerjaan.
Komentar oleh matehus zenadi — 18 Juli 2009 @ 10:03