Home » Kabupaten Malang, Pariwisata

Pengembangan Wisata Pantai Terhambat Kepemilikan Lahan

4 Juli 2009 No Comment

Kabupaten Malang memang kaya pantai yang indah. Namun, semua itu belum bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh Pemkab Malang sebagai daya tarik wisata. Pasalnya, sebagian besar wilayah pantai merupakan milik Perhutani. Begitu ada investor yang berminat, mereka terhambat aturan.

Menurut Kepala Dinas Pariwisata Pemkab Malang Purnadi, hampir semua wilayah pantai di kabupaten milik Perhutani. Kondisi tersebut membuat pemkab kesulitan mempromosikan objek wisata. Terutama menawarkan pengembangan objek wisata kepada para investor.

Keindahan pantai Kondang Merak dengan ombaknya yang tenang dan airnya yang bersih (foto: Mandalika)

Keindahan pantai Kondang Merak dengan ombaknya yang tenang dan airnya yang bersih (foto: Mandalika)


Purnadi menyebut Pantai Kondangmerak sebagai salah satu pantai yang punya potensi besar. Namun, pantai di wilayah Kecamatan Bantur itu tidak terkelola dengan baik. Selain infrastruktur yang rusak, wilayah tersebut milik Perhutani. “Dahulu sudah ada investor yang sudah meneken MoU. Karena kendala aturan, hingga kini masih belum terlaksana,” ujarnya.

MoU (nota kesepahaman) untuk mengelola Kondangmerak dilakukan pada 2001. Saat itu di kawasan tersebut akan dibangun hotel, lahan berburu, dan lapangan golf. Nilai investasinya mencapai Rp 80 miliar ketika itu.

Namun, ruislag tanah dengan Perhutani tidak menemui titik temu. Akibatnya, proyek pengembangan Kondangmerak tidak bisa dilanjutkan. Padahal, pemkab sudah membangun jalan menuju ke lokasi pantai. Bahkan, di pintu masuk pantai sudah dibagun loket.

Kini, jalan yang sudah dibangun pemkab mengalami kerusakan cukup parah. Jika musim hujan tiba, jalan sulit dilalui. Karena itu, selain butuh pengembangan fasilitas, infrastruktur jalan perlu diperbaiki.

Di kabupaten, objek wisata pantai yang sudah dikelola dengan baik adalah Balekambang dan Sendang Biru. Namun, kedua lokasi itu masih membutuhkan investor untuk pengembangan. “Sebenarnya potensi sangat besar. Karena bukan milik kami, jadi kesulitan dalam pengelolaan,” ungkap Purnadi. (bb/yn/radarmalang)

Keywords: , , ,

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.