Detik Terakhir SNMPTN Memilih Jurusan Kuliah
Sudah memantapkan jurusan apa yang bakal kamu pilih saat mengisi form jawaban Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) besok?. Memilih jurusan memang nggak gampang, karena menentukan suasana belajar empat tahun ke depan sekaligus tentu saja, masa depan kamu.
Karena itu, sobat M-Teens nggak boleh sembarangan apalagi ikut-ikutan teman untuk menentukan jurusan. Jadi sebelum detik terakhir pengumpulan lembar jawaban SNMPTN besok, kamu masih bisa mengubah jurusan yang kamu pilih.

“Pasti bingunglah, mau pilih jurusan apa. Mau Ekonomi Akuntansi tapi udah banyak banget lulusannya, pengin Kedokteran tapi kayaknya otakku nggak mampu dech, hehehe,” kata Danny Saddamsyah, pelajar kelas tiga SMA An Nur 2 Bululawang Malang.
Cowok yang hobi main game online ini menambahkan akhirnya dia mendaftar ke Jurusan Hubungan Internasional (HI) di Universitas Brawijaya. “Kalau dibandingin sama jurusan lain, HI lebih menunjang ke pekerjaanku nanti,†tambahnya.
Berbeda lagi dengan Garda Visaka Putra. Duta wisata Yak dan Yuk Kabupaten Lamongan ini mantap memilih jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota Fakultas Teknik UB Malang. “Aku yakin sama pilihannku, karena aku merasa kemampuanku ada di bidang ini,†tuturnya.
Emang sah-sah aja kalo calon mahasiswa ini masih dipusingkan dengan pilihan jurusan. Sebab, yang sudah kuliah pun bisa merasa salah jurusan. Setidaknya itu yang dirasakan Fadly Azhari, 21 tahun.
Cowok yang berasal dari Barabai, Kalimantan Selatan ini awalnya diterima di STIKI Malang (Sekolah Tinggi Informatika dan Komputer Indonesia) namun baru satu semester merasa enggak cocok. Akhirnya, ia memutuskan keluar dan kini sedang tercatat sebagai mahasiswa jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang.
“Waktu lulus SMA, aku yakin banget masuk ke jurusan Informatika makanya aku pilih STIKI, eh baru semester 2 kok ngerasa potensiku kurang tergali disini. Kayaknya dulu aku ikut-ikutan teman waktu milih STIKI. Setelah itu, aku putuskan pindah ke UMM jurusan Komunikasi, kenapa pilih ini? Karena sekarang dunia broadcasting mengalami perkembangan pesat. Itu berarti lapangan pekerjaannya juga luas, makanya jurusan ini sangat tepat buat aku ” kata cowok yang suka banget sama band Jepang.
Nah sobat M-Teens, biar nggak kejadian seperti Fadly, ada ada beberapa hal yang perlu kita pertimbangkan saat memilih jurusan kuliah. Dapat perguruan tinggi (PT) yang mutunya bagus memang perlu tapi faktor utama yang perlu dipertimbangkan sebelum itu, kita harus tahu apa jurusan yang paling cocok dengan minat dan bakat kita. Kalau enggak, kuliah bisa keteteran.
“Yah, kalau udah kaya gini, aku jadi nyesel kenapa dulu tergesa-gesa memilih jurusan. Jadinya aku kehilangan waktu setahun sia-sia,†ungkap Fadly lagi.
Faktor utama yang harus dipertimbangkan, menurut Fadly adalah minat. Hampir bisa dipastikan mahasiswa akan kesulitan dalam studinya kalau jurusan yang dia pilih bertentangan dengan minatnya. Emang sich saran orang lain boleh dipertimbangkan, tapi yang akan menjalani proses kuliah bertahun-tahun ke depan adalah sobat M-Teens. Jadi keputusan akhir tetap ada di tangan kamu.
“Oh ya, jangan juga mudah tergiur sama nama besar sebuah universitas atau banyaknya peminat jurusan tersebut, cari dulu informasi jurusan yang kita incar, itu perlu lho. Jangan modal nekat karena hanya akan membuat kita bengong di kampus, enggak ngerti apa-apa,†ungkapnya.
Pertimbangkan Biayanya
Kemampuan keuangan juga sangat menentukan pilihan jurusan kuliah. Maklum, banyak biaya yang nanti harus dibayarkan saat kuliah. Hari gini gitu loh, nggak ada yang gratis!. Mulai uang registrasi ulang, uang gedung, biaya kuliah pokok, SKS (satuan kredit semester), pratikum, ujian, biaya untuk jaket, duit unruk beli buku, fasilitas kemahasiswaan. Belum lagi biaya indekos (kalau jauh dari rumah), biaya fotokopi, transportasi, buku, dan masih banyak lagi.
Makanya, sebelum mendaftar, tanyakan semua biaya yang harus dibayar dan cara pembayarannya. Ada perguruan tinggi yang memperbolehkan siswa mengangsur uang gedung beberapa kali, ada juga yang bayarnya lebih ringan jika hasil tes masuk berada di peringkat atas.
“Alhamdulillah aku dapet beasiswa dari kampus untuk peningkatan prestasi mahasiswa, jadi biaya kuliahku bisa tertolong dari program ini,†tutur Fadly Azhari, mahasiswa yang penggemar berat kartun Naruto.
Awalnya Dilarang Ortu Kuliah di Malang
Sebagai kota pendidikan, Malang menjadi tujuan ribuan remaja dari berbagai daerah di Indonesia yang ingin melanjutkan kewajiban belajar di perguruan tinggi. Termasuk Grace Fibringga, sobat M-Teens alumnus SMAN 2 Bondowoso yang berambisi masuk Politeknik Kesehatan Malang (Poltekkes) demi mewujudkan cita-cita sebagai bidan.
“Aku berharap banget bisa lolos tes masuk Poltekkes Malang karena sudah jadi impianku sejak SMA,†kata cewek kelahiran Bondowoso, 18 Februari 1991.
Meski demikian. awalnya sobat M-Teens kita ini sempat dibuat bingung dalam memilih PT loh!. Makanya selama menunggu hasil Ujian Nasinal (UN), cewek berambut panjang ini sibuk mencari informasi tentang PT. “Aku cari informasi lewat internet dan tanya-tanya sama kakak kelas yang sudah kuliah di Poltekkes ini, dan akhirnya mantap dech,†ungkapnya.
Kemantapan hati itu ternyata masih mendapat ujian, sebab orang tuanya melarangnya kuliah di Malang. “Kata mama, anak cewek nggak boleh kuliah jauh-jauh, mamaku kuatir sama pergaulan di Malang yang udah metropolitan banget, selain itu aku kan anak bungsu jadi ortu bener-benar over protected,†cerita anak bungsu dari dua bersaudara ini.
Tapi dengan gigih, Gez, demikian ia biasa disapa, terus membujuk ortunya dan mengeluarkan seluruh kemampuannya dalam merayu hingga akhirnya dapat meluluhkan hati mereka. “Aku sich nggak heran mama sama papa menentang keinginanku, maklumlah karena dari kecil, aku belum pernah jauh dari mereka,†tambah cewek yang hobi membaca komik ini.
Kepada M-Teens, Gez mengungkapkan dirinya sudah mempersiapkan diri untuk ikut tes sejak lama. “Selama kurang lebih satu setengah bulan aku ikut bimbingan belajar SNMPTN. Karena terbukti dari tahun ke tahun banyak mahasiswa yang berhasil lewat bimbel ini,†tuturnya.
Tapi semangatnya dalam mengikuti bimbel sempat membuat Gez harus dirawat di rumah sakit. Itu karena dia terlalu kecapekan dengan jadwal 4 pertemuan seminggu plus tugas-tugasnya hingga terkena gejala typus. “Kata dokter aku harus banyak istirahat dan untuk sementara dilarang ikut bimbel karena fisikku udah kecapekan, ditambah lagi menunggu pengumuman kelulusan SMA dua minggu lalu yang sempat membuat aku stress. Tapi untung aja aku lulus dengan nilai yang bagus lho. . .,†kata Gez tersenyum bangga.
Personil tim basket SMADA Bondowoso ini benar-benar jatuh hati dengan Kota Malang karena udara segar dan kotanya yang indah. “Hampir tiap 2 bulan sekali aku ke Malang, kotanya indah dan udaranya sejuk makanya aku keukeuh banget pengin kuliah di sini. Karena udah terbiasa sama udara Malang yang lumayan dingin jadi aku udah bisa menyesuaikan diri tinggal disini,†cerita cewek yang tergabung dalam grup paduan suara semasa SMA ini kepada M-Teen.
Sementara itu, menjelang tes Gez terus memperbanyak puasa dan salat malam agar mendapat kemudahan saat ujian. “Pas ujian nanti, aku akan tinggal sementara di kosan temen kakakku, kebetulan dia juga mahasiswa Poltekkes. Jadi selain numpang tinggal, aku juga bisa belajar dari dia biar bisa lulus ujian,†tuturnya.(em/han/malangpost)
Keywords: maba, SMA, SNMPTN















Tidak ada Komentar »
Belum ada komentar.
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik
Tinggalkan komentar