Home » Kota Batu

‘Manohara dan Bob Marley’ Adu Cantik

29 Juni 2009 No Comment

Nama Manohara bukan hanya milik mantan model yang kisruh rumah tangganya dengan Pangeran dari Malaysia Tengku Muhammad Fakhry suaminya. Nama perempuan cantik itu juga dicomot pemiliknya untuk menamai seekor kelinci milik Buyung asal Nokojajar Pasuruan yang ikut kontes Batu Rabbit Contes 2009 di Hotel Kusuma Agrowisata Kota Batu kemarin.

Kelinci jenis Angora itu harus beradu kecantikan dengan Bob Marley, kelinci jenis Inggris milik Emil Salim asal Srebet Desa Pesanggrahan Kota Batu. Keduanya sama-sama turun di kategori bulu panjang. Dengan bulu panjang yang bersih dan terawat, keduanya banyak mengundang perhatian wisatawan dan peserta kontes kelinci yang datang dari beberapa daerah di Indonesia.

Kelinci yang dinamai Bob Marley

Kelinci yang dinamai Bob Marley

“Namanya diberikan secara dadakan. Karena kelinci ini terlihat cantik dan bertubuh bagus, diberi nama Manohara,” kata Buyung, pemilik kelinci Manohara kepada Malang Post sambil tersenyum.

Manohara si kelinci dewasa itu hampir semua bulunya berwarna abu-abu dengan dominasi warna putih. Berbeda dengan Bob Marley, kelinci asli ras Inggris itu tidak berwarna hitam, tapi semua bulunya yang panjang berwarna putih. Tidak hanya dua kelinci itu saja yang turun dikategori bulu panjang, kelinci lain ada yang diberi nama, Boas, Samson, Diego, Doraemon dan nama-nama ngetrend lainnya.

“Bob Marley baru ikut kontes kali pertama ini. Karena memang jarang ada kontes kelinci di Kota Batu. Baru kali pertama ada kontes kelinci di Batu,” ujar Emil, pemilik ‘Bob Marley’.

Tidak hanya keindahan bulunya saja, penilaian juga dilakukan pada kesehatan seluruh tubuh, kesehatan kuku dan lainnya. Semua kelinci yang ikut kontes dalam berbagai kategori di nilai dewan juri dalam satu kandang besar yang terpisah.

Selain kategori bulu panjang, kelas yang dilombakan lainnya adalah Bulu Pendek, Giant atau Besar (minimal berat 5,5 kg), Mini (kisaran berat antara 0,8 kg-1,5 kg), LOPP dan balap kelinci. Tidak kurang dari 260 kelinci ikut andil dalam kontes yang baru kali pertama di gelar di Kota Batu itu.

“Pendaftaran lomba terus kami buka sampai sebelum kelas yang diperlombakan naik kontes. Jumlahnya terus meningkat. Teman-teman dari beberapa daerah juga sudah banyak yang ikut partisipasi sebagai peserta dalam Batu Rabbit Contest ini,” jelas Sekretaris Panitia, Mahbub Ubaidi.

Menurut Wakil Wali Kota Batu, A. Budiono, event itu akan menjadi kalender tahunan pariwisata di Kota Batu. Selain akan mengundang daya tarik wisatawan, kelinci juga menjadi sumber perekonomian masyarakat untuk menyejahterakan warga Kota Batu melalui budi daya kelinci. Di Kota Batu tercatat ada sekitar 120 peternak dengan populasi kelinci mencapai 40 ribu lebih.

“Permintaan terhadap kelinci cukup besar. Selain jadi daya tarik wisatawan, juga bisa menjadi sumber kesejahteraan masyarakat,” terangnya usai membuka Batu Rabbit Contest 2009. (aim/eno/malangpost)

Keywords: , ,

Tidak ada Komentar »

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik

Tinggalkan komentar