Kuota 15, Pendaftar PSB-FKUB 5.000
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB) masih tetap menarik bagi calon mahasiswa. Setidaknya dilihat dari jumlah peminat jalur Penerimaan Siswa Berprestasi (PSB) yang telah ditutup beberapa waktu lalu.
Dari catatan Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan (BAAK) Rektorat UB, jumlah peminat kedokteran melalui PSB sebanyak 8.000 orang. Dari ribuan peminat itu, yang diterima hanya 15 orang saja. “Lulusan SMA di Indonesia banyak yang mendaftar. Itu untuk mendapatkan 15 bangku yang disediakan melalui jalur PSB,” ungkap Kepala BAAK UB Welmin Sunyiariningsih.
Sejumlah 15 bangku untuk jalur PSB hanya 20 persen dari kuota total penerimaan mahasiswa kedokteran. Sejumlah 40 persen lainnya (setara dengan 30 bangku) untuk penerimaan mahasiswa jalur seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNMPTN). Dan 40 persen sisanya (30 kursi) untuk penerimaan melalui jalur non reguler. Ada enam jalur non reguler yakni Seleksi Penerimaan Kemitraan Sekolah (SPKS) non ujian tulis, Seleksi Penerimaan Kemitraan Sekolah (SPKS) ujian tulis,dan Seleksi Penerimaan Kemitraan Instansi (SPKIn).
Selain itu ada Seleksi Penerimaan Kemitraan Daerah (SPKD),Seleksi Program Minat dan Kemampuan (SPMK), dan Seleksi Alih Program (SAP). “Saat ini pendaftaran SNMPTN masih berjalan. Kalau tahun sebelumnya, peminatnya lebih dari 5.000 orang. Jadi kedokteran memang masih favorit,” ungkap mantan kepala perpustakaan UB ini.
Dari banyaknya jalur yang disiapkan dan jumlah peminat yang cukup membludak, Welmin belum melihat adanya kesan biaya yang ditetapkan memberatkan. Meskipun, biaya studi fakultas kedokteran yang berdiri semenjak 1963 itu paling mahal dibanding biaya kuliah di fakultas atau jurusan lainnya. “Biayanya tinggi karena memang pembelajarannya membutuhkan sarana dan prasarana yang tidak murah,” katanya.
Tahun ini, untuk masuk ke FK jalur reguler (PSB/SNMPTN), setidaknya orang tua harus merogoh kocek Rp 19.985 juta untuk semester pertama (selengkapnya lihat grafis). Selanjutnya, akan kena SPP sebesar Rp 1,5 juta per semester. Umumnya, yang bisa masuk jalur reguler ini adalah siswa yang memang berprestasi di sekolahnya. Atau lulusan yang bisa memperoleh nilai SNMPTN tinggi sehingga bisa menyisihkan pesaing lainnya.
Bagaimana apabila tidak lolos SNMPTN?Masih ada jalur lain untuk bisa masuk ke kedokteran. Yakni jalur non reguler. Konsekuensinya, biaya yang harus dibayarkan tidak sedikit. Universitas Brawijaya mematok biaya total untuk semester pertama mencapai Rp 133,985 juta per orang. “Selanjutnya mulai semester dua, semua mahasiswa berlaku SPP proporsional sesuai dengan kemampuan orang tua,” kata Welmin.
Terkait dengan SPP proporsional, Welmin menegaskan bahwa orang yang ekonominya kurang mampu masih bisa sekolah di FK. Ada kebijakan beasiswa dan penggratisan SPP bagi mereka. Catatannya, mereka haruslah berprestasi.
Berhubungan dengan perbandingan biaya dengan sesama perguruan tinggi di Malang (Unisma dan UMM), Welmin meminta tidak dibandingkan. Sebab kelas UB sudah nasional dan internasional. Program studi FKUB terakreditasi secara internasional. Selain itu, kurikulum bertaraf internasional dengan unggulan dalam bidang emergency medicine dan biomedik.
FKUB juga menjadi sentra penelitian dan laboratorium rujukan biomedik di bidang penyakit degeneratif, infeksi, tumbuh kembang dan teknologi kedokteran yang mendapatkan pengakuan secara internasional. “Kita sudah tua sekali. Untuk Jatim kita bandingannya FK Unair,” ungkap Welmin. (yos/abm/radarmalang)
Keywords: SNMPTN, spmk, UB- Berita Lainnya :
- NUN Jadi Syarat Masuk PTN, Unas Makin Ketat
- Deadline nominasi Ujian Nasional, Dinas Kalang kabut
- UB dan UMM Gratiskan SPP Mahasiswa Padang dan Jambi
- Rani Sasmita, Mahasiswi Unibraw Peneliti Terbaik se-Thailand
- Sampoerna Academy Setuju Pindah Ke Tlogowaru
- America Dreaming: Bermimpi Ala Amerika
- 23 SMA di Kota Malang Belum Berstandar Nasional















Leave your response!