Pasca Akuisisi Bentoel oleh BAT, Karyawan Berharap Tak Ada PHK
Akuisisi PT Bentoel PT Bentoel Internasional Investama Tbk disambut dingin ribuan buruh perusahaan rokok raksasa berpusat di Malang tersebut. “Yang penting bagi kami adalah tetap kerja, jangan ada PHK,” aku Suyanti buruh giling asal Kecamatan Wagir kepada Malang Post kemarin. Suyanti mengaku sudah bekerja di BBD sejak tahun 1997 lalu, namun berhenti saat di PHK karena pabrik kolaps. Dia dipanggil kerja lagi setalah BBD dibeli Bentoel dan membuka pabrik di Ngadilangkung. Meski bekerja di bagian giling, namun pendapatan Suyanti tergolong besar.
“Seminggu, saya mendapat gaji sekitar Rp 600 ribu, itu tergantung besarnya tembakau yang digiling,” aku wanita bertubuh subur itu.
Nanik (42 tahun) buruh poncokan asal Desa Mendalanwangi Kecamtan Wagir mengaku pasrah. Kata dia, yang penting pekerjaan tersedia, syukur bial gaji juga naik. Mengenai akuisisi perempuan itu baru paham bahwa kepemilikan Bentoel sudah berpindah tangan.“Opo jare pimpinan mas, yang penting nggak ada PHK,” akunya. Hal senada dikedepankan para buruh l;ain ketika ditemui secara terpisah kemarin.
Sementara itu, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi berharap akuisisi PT Bentoel International Investama Tbk (RMBA) oleh PT British American Tobacco (BAT) tidak berdampak di Kabupaten Malang. Tentu saja, Dinas Tenaga Kerja tidak ingin, akuisisi itu mengakibatkan rasionalisasi dan PHK besar-besaran
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Ir. Djaka Ritamtama mengaku selama ini Pemerintah Kabupaten Malang amat terbantu keberadaan PT Bentoel. Hampir 30 persen angkatan kerja di Kabupaten Malang terserap di sektor usaha rokok. Sehingga, dipastikan PT Bentoel amat mengurangi angka pengangguran di Kabupaten Malang.
“Harapan kita tidak terjadi PHK, akuisisi ini sama seperti yang terjadi di Sampoerna. Ke depan bisnis rokok memang diarahkan untuk mementingkan segi kesehatan,” ungkapnya.
Sementara itu, beberapa waktu lalu, Kepala Kantor Penanaman Modal Pemerintah Kabupaten Adji Djatmiko, mengakui Bentoel turut menyumbang kenaikan investasi tahun 2008. Menurut Adji, kenaikan investasi pada sektor PMDN pada tahun lalu mencapai Rp 548.800.000.000. Investasi itu didukung perluasan penanaman modal dari PT Bentoel sebesar Rp 500 miliar.
Bentoel membangun industri pengolahan tembakau (green leaf treshing) dan tobacco central warehouse senilai Rp250 miliar. Termasuk proyek IT berupa sistem informasi terpadu Be One Portal dan Be One Star senilai Rp100 miliar. Kedua proyek itu dikembangkan di Desa Randuagung Kecamatan Singosari diatas lahan seluas sekitar 15 hektare.
Disisi lain, PT Bentoel International Investama Tbk (RMBA) juga mengakuisi PT Bintang Bola Dunia (BBD) pada tahun 2008 lalu. Nilai akuisisi PT BBD saat itu mencapai Rp 55,149 miliar. Selanjutnya, pabrik PT BBD juga dibangun di Desa Ngadilangkung Kecamatan Kepanjen pada tahun berikutnya.
Proyek pembangunan pabrik BBD di Desa Ngadilangkung saat itu merupakan bagian dari delapan proyek investasi senilai Rp800 miliar. Pengembangan unit kerja baru PT Bentoel diharapkan mampu meningkatkan produksi dan kinerja pada tahun berikutnya. (ary/nug/malangpost)
- Berita Lainnya :
- Banjir Mengancam 22 Desa di Kabupaten
- Ujian CPNS Malang Raya Diikuti 27.627 Peserta
- Baru Dilantik, 12 Anggota Dewan Gadaikan SK
- Kembangkan Metode SRI Pada Petani
- Setelah Menunggu 24 Tahun, Menhut Setujui Permohonan Tukar Guling Pemkab
- 23 SMA di Kota Malang Belum Berstandar Nasional
- Dinas Pendidikan Sangsikan Mapel Agama Masuk dalam UN 2010

















di cab jombang ada so namnya sucipto dia orangnya suka semena2 thdp kryawan khususnya anak tsf dan suka berperilaku yang tdk sopan
Leave your response!