Dewan Panggil Shofwan
Ketua DPRD Kota Malang Priyatmoko Oetomo mendesak Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) untuk dapat segera menyelesaikan permasalahan nilai yang telah diklarifikasi Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) kepada BSNP. Ini agar ada kejelasan nasib siswa yang nilainya mencurigakan. Tidak hanya itu, hari ini dewan juga akan memanggil Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang Drs. Shofwan M.Si untuk menjelaskan masalah yang sebenarnya.
Seperti diberitakan, ada nilai yang muncul di luar standar nilai. Misalnya saja jika per item soal dihargai dengan nilai 2,5 ternyata muncul nilai 1,75. Keganjilan ini terutama pada mata pelajaran Biologi. Di SMA negeri saja ada 80 an nilai siswa yang jatuh pada mata uji Biologi. Dan nilainya pun tidak sesuai dengan standar minimal.

“Hasil klarifikasi dari BSNP harus segera keluar. Kalau sampai BNSP tidak memprosesnya, bukan tidak mungkin kami yang akan mendesak mereka untuk segera mengeluarkan hasil yang sebenarnya,†kata Moko kepada Malang Post kemarin.
Hanya saja, sebelum melakukan klarifikasi ke BSNP dan menentukan langkah lebih lanjut, rencananya hari ini dewan akan memanggil Kadis Pendidikan Kota Malang, Shofwan untuk mengetahui secara langsung permasalahan-permasalahan yang terjadi saat UN dan hasilnya.
Dari hasil inventarisir permasalahan itu akan ditentukan jalan keluarnya. Apa yang harus dilakukan kemudian, termasuk langkah-langkah strategis yang harus segera dilakukan, khususnya kekacauan sistem penilaian yang terjadi pada UN tahun ini.
“Kalau tidak ada langkah strategis, keadaannya akan terus seperti ini dan tidak ada perbaikan yang cukup signifikan. Karena selama dua tahun ini, prestasi UN di Kota Malang anjlok, meski ada beberapa peningkatan,†ungkapnya.
Prestasi akademik yang diraih selama dua tahun belakangan harus menjadi evaluasi total terhadap sistem pendidikan yang ada di Kota Malang. Anggaran pendidikan pun nantinya akan diperhatikan secara seksama, agar anggaran besar yang dikeluarkan untuk pendidikan dapat sejalan dengan hasil yang diperoleh.
Nantinya, target harus ditetapkan terlebih dahulu, baru kemudian menentukan anggaran pembiayaanya. Tahun 2009 ini, anggaran pendidikan mencapai 32 persen atau sekitar hampir Rp 300 miliar. Prestasi akademik yang dihasilkan tidak sejalan dengan prestasi non akademik yang selama ini diraih Kota Malang.
“Kalau kualitas yang difokuskan, kenapa masih banyak siswa yang tidak lulus. Kalau memang kualitasnya bagus, tentunya angka kelulusan semakin tinggi. Dengan sendirinya secara kuantitas juga akan semakin meningkat. Kalau kemarin kurang mempelototi anggaran pendidikan, nantinya anggaran pendidikan akan lebih dipelototi lagi,†tandasnya. (aim/lim/malangpost)
Keywords: BSNP, DPRD, un 2009, UNAS 2009















Tidak ada Komentar »
Belum ada komentar.
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik
Tinggalkan komentar