Krisan Batu Lebih Murah, Laris di Kalimantan
SALAH satu agribisnis andalan Kota Batu sangat diminati wisatawan adalah bunga Krisan dengan berbagai jenis tampilan warna-warna. Bunga asal Belanda ini, berhasil dibudidayakan petani bunga di Desa Sidomulyo Kecamatan Batu dan kini dijual dalam kemasan bunga potong dan dalam pot.
Salh satu penjual bunga di Jalan Bukit Berbunga, Sunanie kepada Malang Post mengungkapkan sejak tahun 1980-an silam, Bunga Krisan mulai marak dibudidayakan warga di Desa Sidomulyo. Dan, hingga kini banyak dijual di kawasan Jalan Bukit Berbunga. Terlebih, kondisi geografis dan temperatur udara di daerah tersebut sangat mendukung tumbuh suburnya bunga ini.
Dipaparkan bahwa bunga Krisan di kawasan tersebut dijual dengan harga relatif lebih murah dibandingkan pesaingnya di kawasan Nongkojajar Kabupaten Pasuruan. Sebagai contoh, setangkai bunga potong Krisan dijual hanya Rp 1.500 dan bunga dalam pot Rp 10 ribu. Bunga Krisan khas Kota Batu untuk kemasan bunga potong lebih tahan lama kesegarannya, yaitu seminggu. Lebih lama dibandingkan yang tumbuh di daerah lain hanya 3-4 hari saja dan setelah itu layu.
Sunanie memaparkan walau tak memiliki aroma wewangian, namun bunga Krisan lebih menarik dipanjang dengan jenis-jenis warna Ungu, Pink, Merah Tua, Merah Maron, Putih, Hijau, Putih, Oranye, dan polkadot atau belang-belang merah-krem itu.
“Sehari kami bisa menjual 50 tangkai bunga potong dan rata-rata 10 pot bunga. Kami juga mengirim pesanan seminggu sekali ke berbagai daerah untuk keperluan acara pesta, hiasan indoor, dan ucapan selamat, rata-rata 250 tangkai per hari. Termasuk pengiriman ke Kalimantan.Di daerah tersebut, Bunga Krisan kami laris manis,’’ terangnya.
Beberapa petani lain mengungkapkan mereka mendapat pasokan bunga dari para petani bunga Krisan di Desa Sidomulyo dengan harga Rp 1.100 per tangkai dan untuk bunga pot hanya Rp 6.500. “Keuntungan dari berjualan bunga Krisan baik potong maupun dalam pot lumayan dibandingkan bunga jenis lainnya, karena lebih laris. Sehari keuntungan kami mencapai sekitar Rp 50 ribu,’’ tutupnya. (noval/nug/malangpost)
Keywords: agribisnis, tanaman hias- Berita Lainnya :
- Dukung FFI, PHRI Diskon Tarif Hotel 50%
- Baru Dilantik, 12 Anggota Dewan Gadaikan SK
- Dispartabud Pastikan FFI di Batu Digelar 6 Desember
- Realisasi PJU 2009 Baru Bisa 10 Desa
- Tingkatkan Kualitas Lingkungan dengan Tanaman Tegakan
- Warga Temas Terbelah Sikapi Sumur Museum Satwa
- Berkat Tukar Guling Pemkab-Perhutani, Aset Tanah Kota Batu Bertambah

















Leave your response!