Home » Kota Malang

Kesibukan GOR Ken Arok Ketika ‘Menyambut’ SBY-Boediono

16 Juni 2009 No Comment

Kemegahan GOR Ken Arok, kemarin kian bertambah setelah pasangan SBY-Boediono menjadikan fasilitas milik Pemkot Malang, sebagai ‘venue’ kampanye. Berbeda dengan beberapa kunjungan pembesar penting di Indonesia yang pernah di helat disana, pada kampanye kemarin, ruangan Gor Ken Arok terlihat sangat istimewa dengan dekorasi meriah. Penuh warna dominan merah, biru dan putih.

Perbedaan Gor Ken Arok telah terlihat sejak pertama kali memasuki lahan parkir motor. ‘’Gratis, mbak. Bapaknya lagi datang,’’ ujar seorang juru parkir ketika memberikan karcis retribusi parkir kepada Malang Post Jumat kemarin.

Dalam kesempatan normal, even nasional sering kali di gunakan jukir untuk mengais rejeki lebih dari hari biasanya. Tiket retribusi karcis bisa dihargai hingga seribu rupiah permotor yang masuk. Seperti pada Pekan Informasi 2009 beberapa saat yang lalu. Kampanye kemarin mungkin sang jukir telah di bayar didepan oleh tim kampanye. Siapa tahu!

Masuk kelingkungan GOR, kawalan petugas berseragam setelan abu-abu gelap dengan celana fantovel dan sebuah earpiece yang menancap di salah satu lubang telinga mereka, tampak tersebar di sekeliling gedung.

Di jalan masuk, mereka – yang mayoritas dari Paspampres – berjajar dengan posisi tegak berdiri, beberapa dengan kaca mata hitam terpasang di wajah mereka. Sangar tampang mereka, ternyata cukup ramah, terutama pada jurnalis lokal.

‘’Silahkan masuk, Pak. Mohon dicatat nomor HP dan namanya disini,’’ ujar seorang petugas pada teman jurnalis yang tidak menggunakan ID-Card khusus untuk masuk ke dalam Venue.

Sampai di dalam, Gor Ken Arok disulap layaknya panggung studio live televisi berukuran raksasa. Sebuah podium bundar berdiameter sekitar separuh lapangan basket, ditempatkan di tengah GOR dengan balutan warna biru, merah dan putih.

Lantai GOR pun tertutup penuh dengan karpet yang nyaris baru berwarna senada. Tirai kain warna yang sama juga menutup seluruh dinding atas GOR Ken Arok.

Belum lagi tata lampu dan kamera yang siap berputar setiap detik untuk mengambil gambar sekitar 3.000 ribu pengunjung gedung berkapasitas sekitar 5.000 orang itu, karena memang undangan yang bisa masuk sangat dibatasi.

‘’Ini kami membawa tiga diesel. Ada yang berkemampuan sekitar 250 ribu KVA, kemudian 100 KVA dan sebuah diesel kecil khusus untuk kamera dan lampu, sekitar 50 ribu KVA,’’ ujar Udin, seorang driver dari Raja Diesel, penyuplai listrik asal Surabaya.

Tidak berhenti di situ, sebelum acara inti, empat biduan level nasional, Rio Febrian, Mike Mohede, Joy Tobing dan Gita KDI plus satu vokalis Roullette band asal Malang, dipandu MC kondang Ferdy Hasan membuat Gor Ken Arok benar-benar serasa studio live besar dan mewah.

Entah berapa ratus juta yang dialokasikan untuk menggembirakan sang pasangan atau pengunjung yang terbatas. ‘’Masalah pengadaan kampanye, kami tidak mengetahui. Semua dana dan konsep acara langsung di pegang oleh tim kampanye pusat,’’ ujar Cristea F, Ketua tim kampanye SBY-Boediono di Malang beberapa saat yang lalu.

Yang jelas, acara kemarin benar-benar meriah dan bisa disebut sukses. Dialog antara SBY dan perwakilan masyarakat, juga berlangsung dengan gayeng. Kalaupun ada keluhan, mungkin soal macetnya arus lalu lintas saat dan setelah SBY menuju ke GOR Ken Arok.

Selebihnya, masyarakat terlihat terus tersenyum ketika menyambut SBY dan sang istri, yang memilih duduk di kursi depan, dekat dengan sopir bus bergambar SBY-Boediono, sembari terus tersenyum dan melambaikan tangan. (dyah ayu pitaloka/malangpost)

Keywords: , ,

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.