Butuh Pemahaman Manajemen Waktu bagi Wanita Karir
Kepemimpinan itu tidak berbicara power, tapi pengetahuan. Hasil riset para ahli menunjukkan bahwa wanita lebih bisa mendengar dan lebih empty. Sementara pemimpin dituntut untuk lebih banyak mendengar permasalahan yang ada di bawah. Meski satu sama lain punya kelebihan, harusnya bisa berjalan bersama-sama dan bersinergi.
Hal inilah yang kemarin terungkap dalam dialog publik bertajuk Kepemimpinan Perempuan dalam Perspektif Budaya dan Politik yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Merdeka (Unmer) Malang, yang dibuka langsung Ketua Penggerak PKK Kota Malang, Dra Heri Peni Suparto M.Pd. “Berdasarkan riset itu, perempuan dan laki-laki mempunyai karakter berbeda, dan semua itu jangan jadi dikotomi. Tapi harus saling melengkapi dan bersinergi,” kata Dosen Ilmu Komunikasi Unmer Malang, Cristhina Sahertian yang menjadi narasumber, kemarin.
Sedangkan narasumber kedua, Kadek Wiwik Indrayanti SH MSc menegaskan, secara kodrati, perempuan berbeda dengan laki-laki. Meski demikian tidak harus sejajar. Perempuan yang berkiprah di dunia publik, punya tanggung jawab besar dalam rumah tangganya. Jangan sampai anak terabaikan karena aktifitasnya. Baginya perempuan yang beraktifitas di ranah publik harus bisa mengatur manajemen waktu. “Kebanyakan perempuan berkarir itu pasti gagal di rumah tangga. Karena itu butuh pemahaman manajemen waktu yang baik dari mereka,” ujarnya.
Kadek menambahkan, peranan wanita di sektor publik saat ini sebenarnya masih minim. Hal ini disebabkan pemahaman budaya patriarki yang masih dianut. Karena itu, tantangan perempuan adalah bagaimana meningkatkan capasity buildingnya. Kalau sudah komit masuk ke dunia laki-laki, maka harus bisa memerankan kapasitas laki-laki. (oci/udi/malangpost)
Keywords: gender, seminar, Unmer- Berita Lainnya :
- Pasar Batu Akik di Jalan Majapahit Tetap Eksis Puluhan Tahun
- Lima Reklame Besar Dibongkar Satpol PP
- Tingkat Persaingan CPNS Teknis 1:41, Guru 1:15
- KPPU Sinyalir Malang Berpotensi Pelanggaran Tender
- Kisah 'Kiamat' 2012 Difilmkan, Raup Penghasilan Rp 2 Triliun
- Penghuni Wisma Tumapel Resah, Rektor Buka Komunikasi
- Developmentalisme itu Bohong Besar

















Leave your response!