Anak Buruh Pabrik Rokok Sekolah Gratis dari Hasil Cukai
Bupati Malang Sujud Pribadi akan menyekolahkan anak para buruh pabrik rokok (PR) di Kabupaten Malang, secara gratis. Sekolah gratis itu terwujud melalui alokasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHC HT) tahun anggaran 2009. Tahun ini, Pemkab Malang menerima alokasi DBHC HT Rp 26,309 miliar. Permintaan Bupati Malang itu diutarakan dalam rapat koordinasi pimpinan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) yang menerima dana cukai. Antara lain, RSUD Kanjuruhan Kepanjen, Dinas Pendidikan, Satpol PP dan Linmas, Bappeda, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Dinas Ciptakarya dan Tata Ruang, Dinas Pertanian, Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar, Badan LH, Dinas Kesehatan, Bagian Humas, Bagian Perekonomian, dan Dinas Perhubungan.
‘’Sampai saat ini (kemarin, Red.) masih dibahas. Arahan saya, dana itu juga wajib direalisasikan untuk anak-anak buruh pabrik rokok. Memberi pendidikan gratis, PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) atau Play Group,’’ tegas Sujud Pribadi usai membuka rapat kemarin.
Menurut Sujud, dia melontarkan ide itu demi melihat para buruh pabrik yang memiliki anak-anak berusia dini. Dia yakin, para buruh kesulitan menitipkan anak-anaknya ketika masuk kerja di pabrik. Dasar pemikiran itu juga dilontarkan karena sang Bupati memahami betapa repotnya mengurus anak kecil.
‘’Saya juga punya dua anak yang masih kecil, betapa repotnya mereka. Saya kira dana itu akan lebih berguna jika diwujudkan untuk pendidikan,’’ imbuh Sujud Pribadi.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Pemkab Malang Suwandi, mengamini instruksi Sujud Pribadi. Kata Suwandi, jika tahun ini Dinas Pendidikan memperolah alokasi DBHC HT sebesar Rp 250 juta. Dia memastikan, pihaknya bakal membangun dua PAUD di dua titik.
‘’Satu ruang kelas belajar (RKB) butuh dana Rp 60 juta, rencananya akan dibangun di Pakisaji dan Malang Barat, mungkin Ngantang yang ada pabrik rokok Sampoerna,’’ terang Suwandi.
Anak-anak para buruh rokok di dua lokasi itu bakal mendapat pendidikan gratis. Kata Suwandi, tidak ada masalah mengenai guru yang akan mengisi PAUD tersebut. Rencananya, Dinas Pendidikan akan mengirim guru di kawasan PAUD secara bergantian.
‘’Jumlah PAUD di Kabupaten Malang saat ini sekitar 250 unit, TK 922 unit. Selain untuk PAUD, Dindik juga mengalokasi dana untuk sosialisasi bahaya merokok siswa SMK dan SMK serta anak kelas III SMP. Setiap Kawedanan target kita 1000 peserta,’’pungkasnya.
Kabag Humas Pemkab Malang Kukuh Banendro menambahkan, selain pendidikan, Bupati juga menginstruksikan alokasi DBHC HT untuk program padat karya. Saat ini pembagian dana kepada 13 SKPD masih digodog, termasuk program yang akan dijalankan.
‘’Program pendidikan gratis untuk anak buruh itu amat baik, baru kali ada program yang realistis. Selama ini yang diharapkan masyarakat adalah realita, bukan hanya sosialisasi,’’ ujar Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Cukai Parjia.
Kata Parjia, tahun 2008 lalu, wilayah Malang Raya menyetor pendapatan cukai lebih dari Rp 4,2 triliun. Sehingga tahun 2009 ini, target perolehan cukai di Malang Raya mencapai Rp 4,9 triliun. Sampai bulan Mei ini, perolehan cukai di Malang Raya sudah menembus angka Rp 1,95 triliun.
‘’Jumlah pabrik rokok yang aktif mencapai 252 unit, namun perolehan cukai tak melulu dari rokok, itu termasuk dari etil alkohol,’’ ungkap dia.
Berdasarkan data yang diperolah Malang Post dari lampiran peraturan Menteri Keuangan Nomor : 85/PMK.07/2009. Di Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Malang mendapat alokasi cukai keempat setelah Kota Kediri Rp 41 miliar, Kabupaten Kediri Rp 40 miliar dan Kabupaten Pasuruan Rp 39 miliar. Kota Malang hanya mendapat Rp 17 miliar, sedangkan Kota Batu Rp 5 miliar.
Tahun 2008 lalu, Kabupaten Malang hanya mendapat alokasi cukai sebesar Rp 5,2 miliar. Sedangkan pendapatan cukai rokok khusus wilayah Kabupaten Malang tahun 2008 diperkirakan mencapai Rp 960 miliar. Sehingga, pada tahun 2009, alokasi cukai yang diberikan meningkat pada angka Rp 26 miliar. (ary/avi/malangpost)
Keywords: bea-cukai, rokok, sekolah gratis- Berita Lainnya :
- Diknas Janji 2014 Tak Ada Lagi Kelas Rusak
- 4 Tahun Didanai Rp 272 M, Masih Banyak Ruang Kelas Rusak
- Sri Sultan Ajak Pemimpin Belajar dari Candi
- Sri Sayekti, Aktivis Forum Masyarakat Peduli Pendidikan di Kabupaten Malang
- Penerimaan Siswa Baru, Rawan Pungli
- Warga Dau Jadi Korban Kecelakaan Sukhoi Superjet 100
- 240 Siswa SMP Demo, Laporkan Mantan Kasek















Leave your response!