Home » Kota Malang

Pakaian Dewan Sudah Ditenderkan Sesuai Surat Edaran Gubernur

31 Mei 2009 No Comment

Pengadaan seragam dewan sebanyak lima stel dengan dana sekitar Rp 198 juta menurut Kaolan Sekretarias Dewan (Sekwan) DPRD Kota Malang mengatakan lelang tender dilakukan secara terbuka dengan masang iklan sesuai dengan surat edaran gubernur. Dalam surat tersebut Gubernur sudah menunjuk media harian yang digunakan sebagai media lelang tender.

Sekitar Januari awal tahun 2009, berdasar surat edaran gubernur, Kaolan mengaku DPRD diharuskan memasang pengumuman tender pengadaan seragam pada media yang disebutkan dalam surat edaran itu. Kaolan pun lantas memasang lelang sesuai dengan media yang ditunjukan. ” Seingat saya ada media yang namanya Harian Bangsa mungkin, itu sesuai dengan surat edaran gubernur, saya lupa nomor SE nya” ujar Kaolan pada Malang Post kemarin.

Proses lelang pengadaan seragam pun diikuti oleh sejumlah pengusaha konveksi yang sebagian besar berasal dari Surabaya. Seingat Kaolan dari Malang hanya sedikit yang ikut dalam tender itu. ” Yang jelas banyak dari Surabaya, yang dari Malang sedikit saya tidak ingat namanya,” lanjutnya.

Jika yang memenangkan adalah Oscar, itu bukan penunjukan secara langsung sebab semua sudah sesuai dengan prosedur. Harga yang murah dan kecocokan dengan anggota dewan menurut Kaolan menjadi salah satu penentu kemenangan Oscar. Seingat Kaolan, kerjasama dengan Oscar telah terjalin sebelum dirinya masuk di jajaran Sekwan. Kaolan yang baru masuk pada 2005 lalu pun terus menggunakan Oscar setiap pengadaan seragam yang hampir ada setiap tahun. ” Ada lima stel seragam, satu diantaranya memang dibuat sekali dalam satu periode, tetapi empat yang lain selalu dibuat sekali dalam satu tahun. Setiap pengadaan pun selalu lewat tender. Terpenting bagi kami Dewan cocok dan tidak mengeluh itu sudah cukup, masalah prosedur pasti juga sudah beres ,” katanya.

Seperti diberitakan, ancer-ancer harga perpotong dewan disebutkan menghabiskan anggaran sekitar Rp 198 juta dengan sejumlah perincian. Untuk pakaian sipil harian (PSH), pakaian sipil resmi (PSR), dan pakaian sipil lapangan (PSL) masing-masing antara Rp 750 ribu sampai Rp 800 ribu. Dan harga pakaian sipil lengkap (PSL) paling mahal Rp 1,2 juta. Total dana anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 198 juta.

Jika dibandingkan dengan ongkos pembuatan seragam yang sama di Jordan Textile Malang, biaya yang dikeluarkan DPRD relatif cukup mahal. Untuk satu stel seragam PSR, PSL, maupun PSH, Jordan mematok harga sekitar Rp 575 ribu untuk satu stel seragam yang terbuat dari bahan wool, bahan kain yang dikatakan paling bagus. Jeane Setiawati, pemilik Jordan mengatakan harga mulai berkisar jutaan untuk sepasang stel jas dan blus atau celana dengan bahan full. ” Seragam PSH disini berkisar dari Rp 275 ribu hingga Rp 560 ribu per stelnya, sementara jas yang full bisa mencapai Rp 2 jutaan,” ujar Jeane di tokonya. Jeane juga mengaku di tempatnya sering didatangi sejumlah instansi Pemkot untuk memesan baju dinas mereka.

Sementara Soliha, pemilik Konveksi Saguanto mengatakan pemilihan konveksi sering kai tergantung dari selera masing-masing. Soliha lantas mencontohkan keinginan berbelanja bahan baku antara di pasar tradisional atau di swalayan atau mall. ” Ada yang lebih memilik Oscar karena gengsi dibanding konveksi yang lain. Sedangkan mutu dan kualitasnya juga tidak kalah bagus,” ujar istri Saguanto ini. Di Konveksinya Soliha mengaku sejumlah anggota dewan sering memesan baju baik dalam jumlah sedit ataupun banyak. Sayangnya wanita berkerudung itu enggan menyebutkan pesanan baju itu dibuat secara perseorangan atau atas keingian instansi. ” Ada sejumlah pesanan dari dewan, tapi saya lupa perseorangan atau instansi,” ujarnya. (pit/malangpost)

Keywords: ,

Tidak ada Komentar »

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik

Tinggalkan komentar