Home » Kota Malang, Pendidikan

SMPN 3 Menuju RSBI, Menunggu Turunnya SK

21 Mei 2009 No Comment

Program Sekolah Standar Nasional (SSN) Plus yang dibuka SMPN 3 Malang tahun ini akan segera menjadi Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI). Kepastian status ini masih menunggu turunnya SK dari Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas). Meski demikian, berbagai persiapan sudah dilakukan termasuk menggandeng River Valley School di Singapura.

“Pihak River Valley sudah menyatakan kepastian untuk menerima kunjungan kami sekitar Juli mendatang,” ungkap Ketua Program SSN Plus SMPN 3 Dra Ninik Ris Dana Astuty kepada Malang Post.

Warga belajar di kelas unggulan SMPN 3

Warga belajar di kelas unggulan SMPN 3


Menurutnya River Valley akan menjadi langkah awal sekolah dalam menjalin hubungan internasional. Ke depan tidak menutup kemungkinan akan dikembangkan lagi.

Kerjasama ini dalam rangka adopsi kurikulum, pertukaran pelajar dan beberapa hal lainnya terkait penyelenggaraan RSBI.

Ia menuturkan, tahun ini SMPN 3 rencananya akan membuka dua kelas RSBI. Masing-masing dengan kuota 25 siswa per kelas. Sementara secara total, kuota penerimaan SMPN 3 yaitu dua kelas RSBI, satu kelas akselerasi, dan enam kelas reguler.

Menjadi RSBI sebenarnya bukan hal sulit bagi sekolah ini. Karena sebenarnya penyelenggaraan SSN Plus sudah didesain menyerupai RSBI. Dimana mata pelajaran tertentu yaitu Matematika, IPA dan Bahasa Inggris bahasa pengantarnya menggunakan bahasa Inggris. Bahkan untuk ujian akhir sekolah (UAS) soal ujiannya sebagian sudah berbahasa Inggris.

“Persiapannya sudah satu tahun lalu, hanya tinggal penambahan saja terutama menyangkut mutu pendidik nya,” ujarnya.

Yang khas, kata dia adalah pemantapan pada keterampilan bahasa Inggris dan IT pada siswa. Karena itu ada beberapa hari khusus yang dipilih untuk jam tambahan dua mata pelajaran tersebut.
Ibu empat putra ini menguraikan keseriusan sekolah menyiapkan layanan RSBI bisa dibuktikan dengan berbagai hal. Termasuk program pengadaan laptop untuk guru dengan system kredit tanpa bunga. Dengan bekal laptop diharapkan pembelajaran untuk siswa RSBI semakin mudah.

Untuk fasilitas pembelajaran, sarana prasarana penunjangnya pun sudah disiapkan. Karena itu ia berharap, meski statusnya RSBI namun biaya yang dibebankan untuk siswa tidak terlalu besar.

“Kalau bisa menyelenggarakan RSBI yang terjangkau, kenapa harus menetapkan biaya mahal,” ujarnya.
Sayangnya wanita berjilbab ini belum mau membeberkan berapa biaya sumbangan di kelas RSBI. Untuk SPP nya jika berkaca pada kelas akselerasi yang penyelenggaraannya mirip RSBI ini maka kisarannya Rp 171 Ribu. Jumlah ini setelah dikurangi bantuan operasional sekolah (BOS). (oci/eno/malangpost)

Keywords: , , , , , , , ,

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.