Home » Kabupaten Malang

Pasien DB Di Kabupaten Meningkat 50 Persen

21 Mei 2009 No Comment

Jumlah penderita Demam Berdarah (DB) di Kabupaten Malang meningkat drastis. Sejak awal tahun 2009 sampai pertengahan bulan Mei 2009 ini, terdata ada 357 pasien di Kabupaten Malang yang positif terserang DB. Dibanding dengan tahun 2008 lalu, jumlah pederita DB pada tahun ini terjadi kenaikan tajam.

Untuk tahun 2008 lalu, selama setahun jumlah penderita DB terdata ada 333 penderita. Sedangkan untuk tahun 2009 ini, baru sampai Mei jumlah penderita DB sudah melebihi tahun lalu. “Penderita DB di Kabupaten Malang memang meningkat hampir 50 persen dibanding dengan tahun sebelumnya,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, dr Agus Wahyu Arifin.

Rinciannya, pada Januari jumlah penderita DB ada 95 penderita, Februari ada 109 penderita, Maret 85 penderita, April 59 pederita dan sampai pertengahan Mei baru terdata 9 penderita. Dari 357 penderita DB itu, kata Agus, ada lima penderita diantaranya yang meninggal. “Untuk bulan Mei ini, penderita DB yang meninggal dunia ada satu, yaitu warga Kecamatan Turen. Sedangkan empat korban lainnya meninggal antara Januari sampai April. Diantaranya warga Kecamatan Pakis, Singosari serta Wajak,” tambah Agus.

Dari sekian penderita DB itu, kata mantan Direktur RSUD Kanjuruhan-Kepanjen, usia penderita DB rata-rata anak-anak mulai dari usia 15 tahun ke bawah. Sedangkan untuk wilayah yang jumlah penderitanya terbanyak di wilayah Kecamatan Dau. Disusul wilayah Pakis, Pakisaji, Wagir dan Bululawang. “Lima Kecamatan yang berbatasan dengan Kota Malang tersebut adalah peringkat lima besar yang jumlah penderitanya paling banyak. Sebab proses penularan penyakit DB ini berada di daerah yang padat penduduk,” ujarnya.

Disinggung tentang meningkatnya penderita DB, menurut Agus, meningkatnya penderita DB itu karena kelengahan masyarakat yang tidak melakukan gerakkan 3 M. Yaitu menguras bak mandi, menutup tempat air, serta mengubur atau membakar tempat penampungan air.

“Selain itu, faktor lingkungan dan kebersihan juga menjadi penyebab utamanya timbulnya penyakit demam berdarah. Sebab, lingkungan yang kumuh merupakan salah satu tempat berkembangbiaknya nyamuk deman berdarah (Aedes Agepty),” tandasnya.

Upaya mencegah meningkatnya penyakit DB di Kabupaten Malang, pihaknya akan kembali memberikan gerakan sosialisasi 3M kepada masyarakat. Selain itu, melakukan fogging di lokasi yang warganya positif menderita demam berdarah.

“Namun, perlu diingat bahwa fogging bukan merupakan jalan pintas untuk membasmi nyamuk demam berdarah. Sebab, fogging dilakukan hanya untuk membunuh nyamuk dewasa, sedangkan telur atau jentik nyamuk tidak terbunuh kalau tidak diimbangi dengan kebersihan dan gerakan 3M,” tuturnya. (agp/udi/malangpost)

Keywords: , , , , , , , , ,

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.