Home » Kabupaten Malang

Sedimentasi Bendungan Sutami Setahun Capai Satu Juta Kubik

20 Mei 2009 No Comment

Material endapan di Bendungan Sutami Desa Karangkates Kecamatan Sumberpucung mengancam produksi listrik Perum Jasa Tirta (PJT) I. Setiap tahun PJ T I menargetkan pengerukan sedimen hingga satu juta kubik demi kelancaran produksi listrik. Kerusakan hutan di daerah hulu dituding menjadi penyebab sedimentasi.

Kabag Hukum dan Humas Perum Jasa Tirta I (PJT I) Wahyu Dutonoto, SH mengatakan kerusakan itu terjadi di hulu dua sungai pemasok utama air bendungan. Sungai Lesti yang berada di pegunungan Semeru dan Sungai Brantas yang berhulu di Gunung Arjuna. Kedua sungai besar itu mengirim material endapan akibat hutan-hutan yang gundul.

Kerusakan hutan di daerah hulu dituding menjadi penyebab sedimentasi Bendungan Sutami (flickr/Adi Setiawan)

Kerusakan hutan di daerah hulu dituding menjadi penyebab sedimentasi Bendungan Sutami (flickr/Adi Setiawan)

“Pengerukan sedimen kita fokuskan di sekitar pintu air, ini demi menjaga kuantitas bendungan. Dengan pengerukan rutin, sejauh ini produksi listrik tidak terpengaruh,” ujar Wahyu Dutonoto kepada Malang Post.

Ratusan juta kubik air di tubuh Bendungan Sutami menggerakkan pembangkit listrik dengan daya mencapai 400 juta kWh/tahun. Sedangkan pasokan air ke turbin bendungan itu amat dipengaruhi kelancaran pintu air. Selain mengeruk sedimen di pintu air, secara berkala PJT I juga melakukan pemantauan kualitas air.

“Kuantitas bendungan berhubungan dengan produksi listrik, kualitas bendungan berhubungan dengan kondisi air bendungan Sutami. Secara rutin kita melakukan pemeriksaan kualitas air,” imbuh Wahyu.
Selain menjadi pemasok listrik Jawa Bali, Bendungan Sutami juga berfungsi menjadi penyedia air irigasi 24 m³/dt pada musim kemarau untuk lahan seluas 34.000 ha. Dari sisi elevasi (tinggi permukaan air), menurut Wahyu masih sesuai dengan pola yang ditetapkan. Dari tinggi puncak 279 meter, saat ini pola elevasi masih bertahan pada angka 272.50 meter.

“Masih aman, kita selalu siagakan tim piket banjir, secara non teknis juga ada alat khusus pemberi warning,” pungkasnya.(ary/eno/malangpost)

Keywords: , , , ,

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.