Home » Archive

Arsip selama 19 Mei 2009

Pendidikan »

[19 Mei 2009 | No Comment | ]
Diknas Minta Biaya Pendaftaran Lebih Murah dari Tahun Lalu

Dinas Pendidikan (Diknas) Kota Malang meminta kepada pengelola sekolah SDN, SMPN dan SMAN rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI) untuk tidak menarik iuran dari wali siswa terlalu tinggi. Meski sekolah RSBI diberi kewenangan untuk menerima dana dari masyarakat hendaknya tetap dilakukan dengan wajar. “Penarikan dana harus dilakukan setelah siswa diterima,” pesan Suwarjana, Kasi Kurikulum Dikdas Diknas Kota Malang kemarin.
Menurut dia, untuk tahun ini, SDN yang telah RSBI, seperti SDN Tlogowaru 1 dan SDN Kauman 1 hendaknya bisa menekan biaya operasional. Alasannya, tahun ini ada kenaikan dana bantuan operasional sekolah (BOS). “Kalau …

Kabupaten Malang »

[19 Mei 2009 | No Comment | ]
Freddy Meninggal, Proses Hukum Taman Burung Jeru Dihentikan

Proses hukum kasus dugaan korupsi di Wisata Taman Burung Jeru, Tumpang, tidak bisa dilanjutkan lagi. Pasalnya tersangka dalam kasus tersebut yaitu mantan Kades Jeru Freddy Prajitno kemarin pukul 10.00 meninggal dunia. Freddy meninggal karena sakit paru-paru sejak beberapa bulan lalu.
Kabar meninggalnya Freddy, kemarin sampai di Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepanjen. Pihak Kejari langsung mencari tahu informasi meninggalnya tersangka yang masih dalam proses penanganan hukum di Kejari. Mengingat, sebelumnya, pihak Kejari juga pernah datang ke rumah Freddy untuk memanggil yang bersangkutan.

Kota Malang »

[19 Mei 2009 | No Comment | ]
Tiga Imigran Dideportasi, 11 Dibawa ke Ruditim

Pihak kantor imigrasi kelas I Malang malam ini akan memberangkatkan empat warga Irak pemegang dokumen United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) ke kantor UNHCR Jakarta. Sementara tiga warga Irak lainnya akan dideportasi ke ke negara asalnya. Itu karena izin masuk negara (Visa) milik ketiganya, habis masa berlakunya Selasa (19/5) hari ini.
Sementara 11 warga Afghanistan, tetap diamankan pihak Kantor Imigrasi kelas I. Dan rencanannya, mereka akan dikirim ke rumah ditensi imigran (ruditim) yang berada di Tanjung Pinang Jakarta atau Makasar.

Kota Malang »

[19 Mei 2009 | No Comment | ]
Malang Tempo Dulu Dibuka, Angkot Dialihkan

Mulai hari ini, Jalan besar Ijen akan ditutup untuk arus lalu lintas kendaraan umum di kawasan bersejarah di Kota Malang itu. Jalur beberapa angkutan kota yang melintas di kawasan itu juga akan dialihkan ke ruas jalan di sekitarnya yang tidak digunakan dalam event tahunan, Malang Tempo Dulu (Malang Kembali IV) ini.
Penutupan Jalan Ijen seiring dengan persiapan panitia Malang Tempo Dulu yang akan “menyulap” kawasan boulevard Ijen kembali ke tahun 1938-1958. Beberapa panggung yang dibagi dalam beberapa zona akan dibangun hari ini. Beberapa stand yang akan mengisi wajah Malang …

Kabupaten Malang »

[19 Mei 2009 | No Comment | ]
ADD Akan Dicairkan Tiga Tahap

Tahun ini, Pemerintah Kabupaten Malang akan lebih gencar melakukan sosialisasi Alokasi Dana Desa (ADD) guna menghindari penyelewengan. Rencananya, Pemkab akan menggelontor ADD tahun 2009 ke 378 Desa mulai Juni nanti. Berbeda dari tahun lalu yang dicairkan dua tahap, pencairan ADD kali ini akan berlangsung dalam tiga tahap.
Kepala Bagian Tata Pemerintahan Desa Pemkab Malang Nurman Ramdansyah mengakui adanya penyalahgunaan ADD di tingkat desa. Menurut Nurman, kasus ADD tahun lalu disebabkan salah administrasi dan memang murni penyalahgunaan. Nurman juga heran, mengingat Pemkab gencar menggelar sosialisasi ADD.

Kabupaten Malang »

[19 Mei 2009 | No Comment | ]
Ribuan Kilometer Gelap, Bina Marga Nyerah

Dari total 1700 kilometer panjang jalan raya di Kabupaten Malang, sekitar 1500 kilometer tidak dilengkapi Penerangan Jalan Umum (PJU) alias dalam kondisi gelap gulita. Kondisi itu menyebabkan kerawanan di daerah tertentu dari segi kriminalitas maupun kecelakaan. Pemerintah Kabupaten Malang sendiri, masih angkat tangan untuk menuntaskan pembangunan PJU.
Kepala Dinas Bina Marga Pemerintah Kabupaten Malang M. Anwar mengaku baru membangun sebanyak 10.300 PJU. Tahun 2008 lalu, pihaknya membangun 641 titik PJU. Sedangkan tahun 2009 ini hanya sekitar 304 titik PJU, dengan kebutuhan anggaran tiap titik Rp 5 Juta.

Kabupaten Malang »

[19 Mei 2009 | No Comment | ]
Garuda Mulus, Batavia Pilih Juanda Karena Cuaca

Kondisi hujan yang tak menentu di wilayah Malang saat ini, khususnya sekitar Bandara Abdurrahman Saleh menjadi pertimbangan tersendiri sejumlah pilot maskapai penerbangan komersil. Kalau sebelumnya pesawat Garuda harus pindah pendaratan dari Bandara Abd. Saleh ke Bandara Juanda Surabaya, kali ini giliran Pesawat Batavia yang harus mengambil alternatif serupa kemarin.
Problem yang dihadapi juga sama, gangguan jarak pandang pendaratan pesawat kurang memenuhi standar. Hal itu dibenarkan Kadis Ops Lanud Abdurrahman Saleh, Letkol Pnb Eko Dono Indarto, saat dihubungi Malang Post.

Kota Malang »

[19 Mei 2009 | No Comment | ]
Pertanggungjawaban Dana P2SEM Banyak Yang Fiktif

Pengungkapan dugaan penyelewengan dana Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM) oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim menggelinding ke Kota Malang. Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang tengah memproses 66 lembaga yang menerima kucuran dana dari APBD Jatim 2008 itu.
Dalam dugaan korupsi puluhan miliar tersebut, Kejari Kota Malang belum menetapkan seorang pun sebagai tersangka. “Semua data penerima sudah di tangan kami. Termasuk ke mana larinya uang-uang yang dikorup. Masih kami dalami satu per satu,” kat Kepala Seksi Intelijen Kejari Kota Malang Jefferdian, kemarin.
Diterangkan Jeffer, sapaan Jefferdian, nama ke-66 lembaga memang belum bisa disebutkan …

Kabupaten Malang »

[19 Mei 2009 | No Comment | ]
Bangun Sekolah Satu Atap Di Wajak Dan Dau

Dinas Pendidikan Kabupaten Malang pada 2009 ini berencana membuat dua sekolah satu atap lagi. Rencananya, sekolah satu atap itu akan dibuat di Wajak dan Dau. Pembuatan sekolah satu atap di kabupaten diperbanyak karena cukup efektif dan efisien untuk mengatasi keterbatasan sekolah menengah pertama (SMP).
Selain itu, dengan adanya sekolah satu atap tersebut, maka siswa lulusan SD yang akan melanjutkan ke SMP tak perlu menempuh jarak yang jauh. Selama ini, salah satu kendala rendahnya tingkat partisipasi lulusan SD melanjutkan ke SMP adalah jauhnya jarak SMP dengan rumah siswa.