Campuran Daun dan Ragi Tape Bisa Jadi Biogas
Mencari sumber energi alternatif bukan dominasi perguruan tinggi atau badan penelitian dan pengembangan teknologi (BPPT). Siswa SMP pun mulai terangsang untuk berpikir mencari pengganti energi fosil itu. Salah satunya yang dilakukan siswa siswi SMPK Frateran, Jalan Jaksa Agung (Celaket) 21 kemarin. Mereka tengah mencari cara mengubah daun-daun yang rontok menjadi biogas.
“Kami di halaman belakang punya banyak daun kering. Kami dorong agar ada upaya mengubah daun kering ini menjadi sesuatu yang berguna,” ungkap Markus Basuki, kepala sekolah SMPK Frateran.
Sejumlah siswa kemarin sibuk memasukkan daun-daun kering ke dalam tong plastik. Campuran ragi tape dan beberapa bahan dimasukkan ke dalam tong. Lalu ditutup dan diatur tekanannya. “Kemarin sudah keluar gasnya. Tetapi masih kurang maksimal,” ungkap salah seorang siswa kelas 7.
Basuki menambahkan, yang ditekankan dalam eksperimen siswa itu adalah muatan pendidikan lingkungan. Bagaimana siswa bisa memanfaatkan hasil-hasil alam dengan bijaksana. Termasuk mencari pengganti bahan bakar fosil.
Kegiatan ini juga mendorong siswa untuk membuat kompos, pupuk cair, dan penyaringan air yang kotor. “Membuat kompos yang efektif dilakukan agar siswa bisa memanfaatkan seresah (rontokan daun) di sekolah atau lingkungan rumahnya. Sedangkan mencari cara efektif dalam menyaring air kotor agar tahu bagaimana memanfaatkan air sungai menjadi lebih berguna,” tutur Basuki. (yos/abm/radarmalang)
Keywords: biogas, energi alternatif, lingkungan, penelitian, SMP















Tidak ada Komentar »
Belum ada komentar.
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik
Tinggalkan komentar