Pemasok VCD Bajakan Diciduk
Ribuan keping Compact Disk (CD) bajakan Rabu (15/4) malam diamankan anggota reskrim Polwil Malang. Kepingan barang bukti itu berformat VCD, MP3, dan CD musik yang diamankan dari pedagang dan pemasoknya. Yakni, pemasok Jufriadi, 23 tahun warga Jalan Janti, Sukun, dan Abdul Waket, 37 tahun, warga Jalan Muharto Gg VII, Kedungkandang selaku pedagang VCD.
Menurut informasi di kepolisian, kedua tersangka ditangkap bersama-sama saat berada di kios VCD milik Waket di areal Pasar Besar Malang. Saat itu tersangka Waket hendak mendapatkan pasokan ribuan keping CD bajakan.
Disaat barang bukti tersebut diserahkan, polisi pun langsung bergerak menangkap keduanya. Rinci barang bukti itu, 980 keping VCD lagu pop, 1572 keping dangdut dan lagu daerah dan 1043 keping VCD film kartun dan anak-anak serta 50 keping CD MP3.
“Mulanya keduanya sempat berniat kabur. Namun setelah kami melakukan blokade, keduanya akhirnya menyerah,’’ terang Kasubag Reskrim Polwil Malang Kompol Sudibyo.
Sekalipun kedua tersangka ini lama menjadi target operasi polisi, namun kedua tersangka tetap mengaku baru menekuni pekerjaan tersebut. Hal itu tidak lain karena benturan masalah ekonomi. Menurut Waket, keuntungan penjualan cukup menjanjikan, per kepingnya bisa untung Rp 3000.“ Semula sempat tidak punya keinginan menjual yang bajakan. Tapi gereget pembeli CD asli sangat minim, saya pun beralih ke bajakan,’’aku Waket.
Sementara Jufriadi mengaku hanya suruhan bosnya. Sedangkan soal harga dia sama sekali tidak tahu. Namun yang jelas, pasokannya sudah mencapai daerah Sendang Biru, Turen, dan Kota Malang. “ Saya hanya mengantarkan barang saja. Uangnya juga tidak disetorkan kepada saya,’’ jelas Jufriadi kemarin. (ira/lyo/alangpost)
Keywords: CD, kriminal, pembajakan- Berita Lainnya :
- Pasar Batu Akik di Jalan Majapahit Tetap Eksis Puluhan Tahun
- Lima Reklame Besar Dibongkar Satpol PP
- Tingkat Persaingan CPNS Teknis 1:41, Guru 1:15
- KPPU Sinyalir Malang Berpotensi Pelanggaran Tender
- Kisah 'Kiamat' 2012 Difilmkan, Raup Penghasilan Rp 2 Triliun
- Penghuni Wisma Tumapel Resah, Rektor Buka Komunikasi
- Developmentalisme itu Bohong Besar

















Leave your response!