Home » Kota Batu, Sorotan

Alkohol dan Ban Pecah Diduga Picu Kecelakaan Maut

18 April 2009 No Comment

Penyebab kecelakaan yang menewaskan sembilan mahasiswa di Jalan Panglima Sudirman, Kota Batu menjadi kontroversi. 10 jam setelah kejadian itu, Kapolres Batu, AKBP Tejo Wijanarko menyatakan bahwa mobil Daihatsu Taruna DK 1070 XB yang dikemudikan Anang Kasim alias Nanung, celaka karena ban belakang kiri mobil yang gembos dan pecah. Sehingga, pemuda asal Jalan Kapten Japa 75, Yang Batu, Denpasar, Bali ini tidak dapat menguasai setir mobil dan menabrak pohon.

Keterangannya ini juga dikuatkan dengan hasil olah TKP yang dilakukan Labfor Cabang Surabaya. Namun, jajaran reskrim Polres Batu mengungkapkan hal baru adanya pesta minuman keras di dalam vila Songgoriti, tempat para korban menghadiri acara ulang tahun. “Sesaat setelah tabrakan itu, anggota Reskrim memang melakukan pemeriksaan di vila. Di sana, kami tidak menemukan botol minuman keras, namun kami mendapati aroma alkohol atau minuman keras yang sangat kuat di dalam vila tersebut,” kata Kasatreskrim Polres Batu, AKP Decky Hermansyah, kemarin.

Bisa jadi, polisi lambat dalam melakukan olah TKP. Sebab, informasi yang dihimpun Malang Post, beberapa penjaga vila tersebut, diketahui langsung melakukan pembersihan di dalam vila, sesaat setelah mengetahui ada tabrakan yang menewaskan ‘mantan’ penyewa vilanya. Sebelumnya, warga juga melihat

adanya botol minuman keras bermerek Red Label dan Black Label di dalam vila. Bahkan, buntut dari penemuan botol minuman keras ini, Bagus Santoso, salah seorang penjaga vila dimintai keterangan polisi.

Sementara itu, alasan minuman keras sebagai penyebab utama kecelakaan juga dikuatkan oleh Dinas Perhubungan dan LLAJ Jatim UPTD Malang yang kemarin datang melihat mobil nahas ke Mapolres Batu. “Berdasarkan pemeriksaan kelayakan, cekungan di Jalan Panglima Sudirman bukan faktor dominan penyebab kecelakaan,” tegas Hari Suprapto, Kasi Lalu Lintas Dinas Perhubungan dan LLAJ Jatim UPTD Malang.

Sementara itu, pihak RSSA Malang berencana segera mengirimkan sampel darah para korban yang diambil untuk bahan uji kadar alkohol serta kadar narkoba ke Labfor Polda Jatim. Bahkan, menurut sumber Malang Post di RSSA Malang, tim dokter juga mengambil cairan dari alat kelamin sembilan korban tewas itu. “Cairan dari alat kelamin ini juga akan diuji, apakah mereka juga melakukan seks bebas saat mengikuti pesta di vila itu,” terang sumber yang wanti-wanti namanya agar tidak disebutkan ini.

Bakal Dihentikan

Penyelidikan tragedi tewasnya sembilan mahasiswa berbagai perguruan tinggi di Malang, hampir dipastikan akan dihentikan alias dikeluarkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3). Pasalnya, Polda Jatim tidak menemukan indikator yang memungkinkan kasus itu bisa diusut secara tuntas.

Hal tersebut dikatakan Kasubdit Pendidikan dan Rekayasa (Dikyasa) Polda Jatim, AKBP Purnama.
Menurut dia, karena seluruh penumpang di dalam mobil Daihatsu Taruna, DK 1070 XB itu tewas maka penanganan secara hukum menjadi gugur dan tidak bisa diteruskan. “Kalau dilihat fakta di lapangan, kemungkinan besar kecelakaan itu akan di SP3. Karena tidak ada satu pihak pun yang bisa diminta keterangan untuk memproses kecelakaan tadi,” tuturnya.

Secara mendetil, Purnama yang mantan Kabag Operasi Polwil Malang ini, kemudian menyebut hal-hal yang memungkinkan sebuah kasus atau tragedi kecelakaan bisa dilanjutkan prosesnya. Misalnya, apa saja penyebab kecelakaan itu bisa terjadi. Menurut dia, biasanya proses penanganan kecelakaan meliputi tiga faktor, yang patut diduga menjadi penyebab terjadinya kecelakaan. Misalnya, cuaca, kondisi kendaraan dan human error. Seluruh proses ini hanya bisa diungkap jika ada saksi korban atau penumpang yang masih hidup.

Tentang proses pemeriksaan sampel darah korban yang dikirim RSSA Malang ke Polda Jatim, Purnama menyebutkan tetap akan dilakukan. Sebab, dari hasil sampel darah itu, maka akan bisa disimpulkan apa penyebab terjadinya kecelakaan.

Sementara itu secara terpisah, Kalabfor Polri Cabang Surabaya Kombes Pol Bambang Wahyu Prayitno, menyebutkan Polda Jatim belum bisa melakukan tes darah milik semua korban. Pasalnya, sampai siang kemarin, sampel darah ke sembilan korban belum dikirim. Terkait kondisi ini, lanjut Bambang, pihaknya sudah minta ke RSSA Malang untuk segera mengirim sampel darah yang dimaksudkan. Sehingga, polisi secara pasti akan bisa menentukan benar tidaknya dugaan para korban telah mengonsumsi minuman keras. (van/has/mar/malangpost)

Keywords: , , ,

Tidak ada Komentar »

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik

Tinggalkan komentar