Kasek Ardimulyo Minta Perlindungan Polisi
Kepala Sekolah SDN Ardimulyo III Singosari, Hadi Sriono, rencananya hari ini akan membawa masalah penganiayaan yang dilakukan oknum guru, Sutomo, ke polisi.
Bukan itu saja, saat mendatangi Polsek Singosari, Sriono akan membawa anak-anak didiknya, yang menjadi korban penganiayaan oknum guru komputer.
Hanya saja, Sriono mengaku, kedatangannya ke Polsek, untuk sekadar koordinasi dan meminta perlindungan hukum kepada polisi.

Kepala Sekolah SDN Ardimulyo III, K. Hadi Sriono
Sayangnya, Sriono sendiri enggan menjelaskan maksud klarifikasi, ataupun permintaan perlindungan hokum tersebut. Dia hanya menegaskan, kehadirannya ke Polsek sangat penting. ‘’Besok (hari ini, Red.) usai upacara sekitar pukul 07.45 kami di Polsek Singosari, untuk melakukan klarifikasi. Tidak melapor,’’ kata Sriono.
Hanya saja, saat mendatangi Polsek nantinya, Sriono tidak mengajak serta Sutomo. Padahal, kunci permasalahan ini ada pada guru ekstra kurikuler berusia 20 tahun tersebut. Apakah Sriono membela Sutomo?
‘’Tidak ada yang kami membela. Tapi yang jelas, kasus yang mencuat di media massa itu kasusnya sudah lama, yaitu awal Maret lalu dan pihak sekolah sudah menyelesaikannya. Termasuk menonaktifkan Sutomo sebagai guru komputer, karena tidak ada pelajaran komputer.
Sriono sendiri mengakui, Sabtu pagi kemarin, Sutomo datang dan meminta maaf, karena berbuat khilaf. ‘’Yang jelas, kegiatan ekskul komputer sudah kami tiadakan. Kalaupun nanti kegiatan ekskul komputer ini kembali diadakan, kami tidak akan memakai lagi Sutomo,’’ jelas Sriono.
Disaat pihak sekolah pro aktif untuk meminta perlindungan hukum, pihak kepolisian justru masih menunggu ada laporan yang masuk. Karenanya, hingga kemarin Polsek Singosari belum berbuat apa-apa.
Padahal Kapolsek Singosari, AKP Agus Guntoro, sudah melakukan koordinasi dengan Kepala Sekolah (Kasek) SDN Ardimulyo III Hadi Sriono, beberapa hari lalu.
‘’Sudahlah, jangan dibesar-besarkan. Apa betul ini penganiayaan? Kalau betul, ini penganiayaan berat atau ringan. Semuanya kan harus jelas dulu. Baru setelah itu kami bicara langkah,’’ ujar mantan Kapolsek Jabung ini.
Kalaupun dia sudah mendatangi SDN Ardimulyo III, Kapolsek mengaku sifatnya hanya koordinasi dan melakukan pendataan. Selebihnya dia bersifat menunggu.
Sementara itu, hingga kemarin keberadaan Sutomo masih misterius. Bukan itu saja, pihak sekolah juga terkesan melindungi. Lantaran setiap kali ditanya alamat Sutomo, pihak sekolah mengaku tidak tahu.
Demikian pula dengan nomor ponselnya, pihak sekolah juga mengaku tidak memiliki. Sriono hanya menyebut, Sutomo tinggal di Bedali Singosari.
Bukahkan di lamaran pekerjaan, pasti dicantumkan alamat lengkap? ‘’Wah, yang bagian ngurus arsip tidak ada. Saya tidak apal, rumahnya dimana,’’ kata Sriono. (ira/avi/malangpost)
Keywords: guru, kekerasan, polisi, SD, Singosari- Berita Lainnya :
- Diknas Janji 2014 Tak Ada Lagi Kelas Rusak
- 4 Tahun Didanai Rp 272 M, Masih Banyak Ruang Kelas Rusak
- Sri Sultan Ajak Pemimpin Belajar dari Candi
- Sri Sayekti, Aktivis Forum Masyarakat Peduli Pendidikan di Kabupaten Malang
- Penerimaan Siswa Baru, Rawan Pungli
- Warga Dau Jadi Korban Kecelakaan Sukhoi Superjet 100
- 240 Siswa SMP Demo, Laporkan Mantan Kasek















Leave your response!