Home » Kota Malang, Sorotan

Melatih Ibu-ibu Membudidayakan Ulat Superworm

29 Maret 2009 8 Comments

Apa jadinya jika seseorang tiba-tiba menunjukkan ulat-ulat yang masih bergeliat di tengah-tengah kerumuman ibu-ibu. Tentu saja, forum langsung buyar dan beberapa di antaranya mendekat karena penasaran. Pemandangan itu kemarin terjadi di halaman Balai RW XI Kelurahan Madyopuro.

Kejadian itu berawal ketika seseorang mengambil setangkup ulat di dalam botol besar dan diletakkan dalam gelas berisi air. Tak cukup hanya itu, dengan cekatan dia memasukkan ulat-ulat yang sudah mati ke penggorengan. Begitu matang, ulat langsung disajikan di atas piring dan disuguhkan. “Ayo, siapa yang mau mencoba…ini enak lho,” ujarnya.

Ada yang langsung mendekat, ada juga yang langsung menjauh karena jijik. Bahkan, ada seorang ibu PKK dengan sengaja membawa ulat-ulat matang itu kekerumuman ibu-ibu yang lain. Kontan saja, mereka berteriak dan lari. Tapi, setelah memberanikan diri mencicipi ulat goreng, mereka baru komentar. “Ternyata enak. Kulitnya seperti jagung bakar. Dagingnya mirip daging laron, baunya juga gurih,” ujar Ny Anwar Sanusi. Begitu tahu rasanya, beberapa ibu PKK yang semula enggan akhirnya ikut mencoba pula. “Benar, ternyata gurih,” lanjut Ny Umi.

Superworm atau disebut juga 'ulat Jerman' punya potensi ekonomi yang cukup tinggi (foto:David Abdulgani)

Superworm atau disebut juga 'ulat Jerman' punya potensi ekonomi yang cukup tinggi (foto:David Abdulgani)

Kondisi tersebut merupakan bagian salah satu bagian pelatihan kewirausahaan budidaya ulat super worm di halaman Balai RW XI, Kelurahan Madyopuro. Selain melihat langsung proses pengolahan paling sederhana, yakni digoreng, sekitar 24 ibu di wilayah RW XI mengikuti pelatihan hingga tuntas. Termasuk mendapatkan materi tentang kewirausahaan dari Ketua Tim Penggerak PKK Pemkot Malang Heri Pudji Utami.

Lurah Madyopuro Agus Riwahyudi mengatakan, pelatihan ini sebuah langkah memberdayakan kaum ibu di RW XI. Dengan begitu, bisa meningkatkan taraf hidup warga meski bukan penghasilan utama warga. “Minimal para ibu bisa berdaya dengan membantu perekonomian keluarga,” ujar Agus.

Bahkan, kawasan RW XI ini akan dijadikan pilot project budidaya super worm. Sehingga ke depan kawasan ini menjadi sentra produksi super worm dan olahannya. Apalagi, di Kota Malang belum ada budidaya super worm yang melibatkan masyarakat luas. “Mungkin nanti akan dibuat sentra pengembangbiakan di sekitar balai RW,” kata dia.

Suratman, ketua RW XI sekaligus pembina budidaya super worm menjelaskan, ulat jenis ini termasuk dalam spesies serangga. “Di Amerika Utara, ulat ini dikemas dalam botol seperti selai dan dimakan dengan roti. Tapi ada juga yang dimakan mentah,” terangnya.

Sayangnya, kata Suratman, di Indonesia masih sangat jarang dikembangkan. Bahkan, di Jatim hanya ada satu di kawasan Kedungkandang. Padahal, pasar super worm sangat potensial. Hanya saja untuk membudidayakan ulat jenis ini butuh kesabaran. “Super worm tergolong ulat yang manja. Jika kepanasan atau kedinginan bisa mati,” ujar dia.

Suhu yang cocok untuk ulat ini sekitar 26-30 derajat. Sedangkan makanan super worm tidak begitu sulit. Karena ulat ini suka apel atau sayur. “Jika lancar, usia lima bulan bisa dipanen. Satu kilogramnya Rp 15 ribu dengan biaya produksi hanya Rp 5 ribu per kilogram. Karena itu, warga di sini tertarik,” bebernya. Pelatihan ini dilakukan sendiri diprakarsai Buntara, Malang. Sebuah perusahaan budidaya ulat super worm di kawasan Kedungkandang, Kota Malang. (nen/ziz/radarmalang)

Keywords: , , ,

& Komentar »

  1. Boleh atau tidak warga di luar madyopuro ikut pelatihan cacing superworm? Bagaimana pemasarannya???? TKS….

    Komentar oleh Lusy — 20 Mei 2009 @ 16:52

  2. kepada budidaya ulat superworm

    kalau boleh tahu alamat dimana ya?

    saya berminat untuk budidaya ulat superworm

    Komentar oleh sih rofik nurdianto — 25 Mei 2009 @ 17:13

  3. mohon di informasikan alamat dan no telp peternak ulat jerman yang bisa dihubungi, Thanks.

    apakah ulat jerman bisa dikirim ke Medan?
    harga per kilo Rp. 15.000 ?
    minimum order?
    edyecbk@gmail.com

    Komentar oleh edy — 22 Juni 2009 @ 12:54

  4. Mohon Informasi yang jelas. saya sangat tertarik dengan budidaya Ulat superworm. saya tunggu informasinya jelasnya. bagaimana dan kemana saja pemasarannya?

    Komentar oleh Kiki Armansyah — 22 Juni 2009 @ 22:04

  5. Ikutan nimbrung nih…!
    TANYA BOS :
    1. Saya penasaran ttg budidaya superworm. Dimana sy bisa belajar budidaya superworm?? Mohon kasih tau alamat lengkap dan nomor telepon.
    2. Pasarya sudah jelas belum??? klo cuma produksi aja, mau diapakan itu ulet. Mohon kasih tau peluang pasar terutama di jawa timur.
    3. Produk turunan dari superworm apa aja yang telah di kembangkan di indonesia?

    MOHON INFORMASINYA SECEPATNYA

    Komentar oleh agung ingandaya — 30 Juni 2009 @ 21:39

  6. saya dari dulu sudah bikin sarana utk beternak ulat ini tp blm terealisasi, klo mo cari ulat tdk dimadyopuro saja di dinoyo jg biaaanyak coy..

    Komentar oleh dwi iswantoro — 7 Agustus 2009 @ 22:39

  7. Di saya sudah punya stock ulat jerman..
    bagi yang berminat bisa menghubungi nomor dibawah ini:

    Dayat: 022-6642229/081394668986

    atau kirim e-mail ke alamat

    hackgu.redemtion@yahoo.com

    Komentar oleh Dani — 22 Agustus 2009 @ 21:08

  8. dah tau jwabanya bosss, akudah mulai ternak , dapat bibit dari singosari Karanglo depan kmapus ITN ada gang, masuk aja smpek mentok cari nanmanya JEFRRY(pemilik pabrk krom n poles )

    Komentar oleh COY — 1 Oktober 2009 @ 15:36

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik

Tinggalkan komentar