Bantuan BNI Ditolak
Maksud hati ingin membantu. Namun justru ditolak mentah-mentah. Itulah yang dialami BNI Cabang Malang. Mereka bermaksud membeli bangku milik CV Ridlo Al Barokah, yang baru saja ditarik dari SD Simojayan II. Hanya saja, saat perwakilan BNI datang ke rumah M Fatkur Ridho untuk bernegosiasi pembelian bangku tersebut, Ridho menolak. Alasannya, Ridho ingin dipertemukan dulu dengan Pemkab dan rekanan. Kondisi itu disampaikan Kepala SD Simojayan II, Winarto, kepada Malang Post, kemarin.
Padahal saat itu Winarto sendiri yang mengantarkan perwakilan BNI menemui Ridho. ‘’Orang BNI saya antar sendiri ke Pak Ridho. Mereka hendak membeli bangku yang ditarik. Tapi ditolak Pak Ridho dengan alasan ingin dipertemukan dulu dengan Pemkab dan rekanan,’’ urai Winarto. Sementara itu M Fatkur Ridho masih susah dihubungi melalui telepon selular. Saat nomor miliknya ditelepon, malah diangkat oleh seorang perempuan. Sang penerima telepon yang enggan menyebut namanya itu mengaku sebagai adik Ridho. ‘’Saya adiknya, nggak tahu mas Ridho keluar,’’ ujar perempuan itu. Secara terpisah, Malang Post yang mencoba mendatangi perajin di Desa Arjowilangun mendapatkan fakta lain. Boirin salah satu perajin di Dungdampar Dusun Barisan Desa Arjowilangun mengaku mendapat pekerjaan dari Ridho.
Namun, Boirin mengerjakan order dari Ridho untuk wilayah Gondanglegi. ‘’Saya dapat satu paket ke wilayah Gondanglegi untuk CV-nya pak Gufron. Pak Ridho ini ngesub dari pak Waliudin juga dari Pak Gufron,’’ ujarnya. Sesuai hasil pemeriksaan BP-RI perwakilan Surabaya, wilayah Bululawang digarap oleh CV Sejahtera Abadi dengan nilai kontrak Rp 86.006.000.
Fenomena pemecahan proyek tersebut diduga menyalahi Kepres Nomor 80 tahun 2003. Sejauh ini Boirin mengaku bahwa dia telah mendapat bayaran dari Gufron melalui Ridho. ‘’Saya sudah dibayar, kok. Kalau perajin Pak Ridho yang mengerjakan di Ampelgading saya tidak tahu. Tapi informasinya, bangku yang ditarik disimpan di gudang daerah Arjowilangun sini,’’ aku Boirin. Perkenalan antara Boirin dan Ridho terjadi karena Ridho berstatus Guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri Arjowilangun. Sekolah itu terletak persis di depan rumah dan workshop kerajinan kayu milik Boirin. Disisi lain, Boirin mengaku pernah ditelepon oleh Yoyok untuk memesan bangku. ‘’Namun sampai saat ini dia tidak pernah kesini,’’ pungkasnya.
Terpisah, anggota DPRD Kabupaten Malang akhirnya angkat bicara. Anggota Fraksi PDI-P yang terkenal lugas, Agus Bintoro mengaku malu dengan peristiwa penarikan bangku. Kata Agus dia sering mendapat telepon dari rekan dewan daerah lain. ‘’Saya sering ditelepon dari Kalimantan, Batam dan banyak lagi tentang kasus itu.
Yang jelas saya kecewa dengan kepemimpinan SR (Sujud-Rendra),’’ tegas Bintoro, sapaan akrabnya. Lebih menarik lagi, Kasus penarikan bangku di SD Simojayan II Kecamatan Ampelgading, benar-benar sudah menasional. Buktinya, Calon Presiden RI dari kalangan artis senior, Dedy Mizwar hendak berkunjung ke Ampelgading. Kabar itu disampaikan Kepala Sekolah SD Simojayan II, Winarto, kepada Malang Post. Winarto mengaku Dedy akan datang sebagai rakyat biasa yang peduli dunia pendidikan. Apalagi kemarin Dedy memang ada jadwal berkunjung ke Malang. (ary/avi/malangpost)
Keywords: Ampelgading, bantuan, BNI, Bululawang, mebel, SD, tender- Berita Lainnya :
- Banjir Mengancam 22 Desa di Kabupaten
- Potensi Wisata Pemandian Sumberringin di Tumpang
- 300 Penambang Tak Berijin
- Diusir Pemilik Lahan Sekolahan, 195 siswa SDN Sumberkerto 1 telantar
- Berkat Tukar Guling Pemkab-Perhutani, Aset Tanah Kota Batu Bertambah
- Aspal Runway 17 Bolong, Jadwal Penerbangan Terganggu
- Penderita Tipes dan Influenza di Kabupaten Malang Meningkat

















Leave your response!