Home » Tidak Berkategori

Mantan Birokrat Berburu Suara

7 Maret 2009 No Comment

Kursi legislatif yang diperebutkan melalui Pemilu 2009, tidak hanya milik para politisi dan elit partai politik. Keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menetapkan suara terbanyak menjadi kran pengembalian kehendak rakyat. Siapapun memiliki kesempatan untuk menjadi anggota dewan, termasuk mantan pejabat birokrat yang telah pensiun. Untuk mengisi hari tuanya yang lebih bermanfaat bagi masyarakat.

Pemilu untuk memilih calon anggota legislative di Kota Malang nanti, tampaknya bakal menjadi ‘medan pertempuran’ bagi mantan pejabat. Paling tidak, antara H Soenaritanto yang jadi wakil Partai Golkar dan H Hari Yudanto dengan bendera Partai Patriot.

Menariknya, keduanya sama-sama sudah pensiun dan memilih mengisi masa tuanya dengan menjadi calon wakil rakyat. Sekalipun diantara dua mantan pejabat itu, masih ada beberapa mantan pejabat lain yang juga maju.

Padahal, mereka ketika masih menjadi pejabat, beberapa posisi pernah mereka duduki. Hari Yudanto misalnya, dia pernah menjadi Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Bakesbang Linmas dan terakhir menjabat sebagai kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Keluarga Berencana (BPMKB) Kota Malang.

Karenanya, dunia politik, bagi Hari Yudanto, bukan barang asing. Sebagai mantan Kepala Bakesbang Linmas Kota Malang, ayah dua anak itu banyak berkecimpung bersama organisasi masyarakat, Parpol dan organisasi lainnya. Pembinaan Parpol dan Ormas menjadi bagian tugas yang diembanya saat masih menjabat sebagai kepala Bakesbang Linmas.

Mantan Camat Lowokwaru itu terjun ke dunia setelah pensiun, atas permintaan langsung dari Ketua DPW Partai Patriot Jawa Timur, La Nyala Mattaliti yang tidak lain masih memiliki ikatan keluarga dengannya. Dia diminta untuk mengkoordinir Partai Patriot di Malang Raya sekaligus menjadi caleg untuk DPRD Jatim dari Malang raya.

‘’Saya meminta dia untuk menyampaikan langsung kepada istri saya. Karena dia masing adik istri saya. Agar semuanya dapat berjalan dengan baik, tanpa ada prasangka yang tidak baik. Alhamdulillah, semuanya dapat mendukung saya untuk terjun di dunia politik,’’ kata Hari yang ditemui Malang Post, dikediamannya, kemarin.

Meski dipercaya untuk menjadi caleg nomor urut satu di Malang Raya, pria kelahiran 5 Oktober 1952 itu tidak terlalu ambius mengejar kursi di DPRD Jatim.

Sesuai dengan niat awalnya masuk ke PP, dia ingin agar PP dapat menjaga eksistensinya sebagai partai politik di masa yang akan datang, tidak hanya sekadar menjadi peserta Pemilu 2009.
Dia ingin membawa PP lolos dari electoral threshold (ET) pada Pemilu 2009. Karena pada Pemilu 2004 lalu, PP yang semula namanya Partai Patriot Pancasila tidak lolos ET Pemilu 2004 karena jumlah perolehan suaranya tidak mencapai batas syarat ET.

Kendati terdaftar sebagai caleg di Malang Raya, dia juga mengkampanyekan PP hingga ke luar daerah, khususnya kepada keluarga dan kolega yang berada di luar daerah seperti Blitar, Surabaya dan kota lainnya.

Khusus untuk di Malang Raya, dia mengoptimalkan kolega, koneksi, PNS yang pernah bekerja dengannya di Pemkot Malang untuk mendapatkan doa restunya. Meski PNS netral, tapi mereka tetap memiliki hak pilih untuk memilih calon wakil rakyat yang akan duduk di kursi DPRD.

‘’Soal apakah nantinya mereka akan memilih saya di balik bilik TPS atau tidak, saya serahkan kepada mereka. Saya hanya meminta doa restunya kepada mereka untuk memberitahukan pencalonan saya sebagai caleg DPRD Jatim,’’ ungkapnya.

Untuk mengenalkan diri kepada masyarakat, caleg harus turun langsung ke masyarakat. Masyarakat ingin mengenal secara langsung kepada calon wakilnya yang akan menyuarakan aspirasi mereka.
Daerah pemilihan Malang Raya memiliki area yang luas, khususnya wilayah Kabupaten Malang yang memiliki 33 kecamatan. Untuk membagi waktu turun ke masyarakat, suami dr Hj Gadis Nurlaila, SpPD itu menggunakan jaringan keluarga sebagai tim suksesnya. Karena keluarganya dapat lebih amanah untuk melaksanakan tugasnya.

‘’Untuk menjaga kesehatan, kalau capai saya hanya minum jamu. Setelah itu, badan akan terasa bugar kembali,’’ ujar pria yang selalu mengenakan kaca mata itu dengan santai.

Sedangkan, H Soenaritanto yang pernah menjadi Camat Blimbing tahun 1996-1999, bapak empat anak ini memilih menjadi caleg Partai Golkar di dapil Blimbing.

Soenaritanto yang juga mantan kepala Kantor Perlindungan Masyarakat ini bergabung dengan Golkar karena sebelumnya sudah aktif menjadi kader partai yang memiliki lambang pohon beringin itu. Karena sudah mengerti seluk beluk partai yang dipimpin oleh Jusuf Kalla, saat ditarik oleh kawan-kawannya di Golkar, ia pun mengiyakan.

Bagi Soenaritanto, menjadi caleg di dapil Blimbing menjadi nilai plus tersendiri. Sebab dari pengalamannya menjabat camat di daerah tersebut, ia jadi mengetahui karakter masyarakat serta mengenal mereka. Sehingga pada saat melakukan pendekatan kepada masyarakat pemilik hak suara, ia lebih mudah.

Karena merasa demikian, pria yang pernah menjabat sebagai Lurah Lowokwaru sejak tahun 1976 hingga 1985 ini memilih bersosialisasi dan berkampanye dengan cara turun langsung ke masyarakat.
‘’Biasanya kalau ada pengajian RT atau RW, saya selalu ikut. Pendekatan seperti ini lebih enak karena saya bisa lebih akrab dengan mereka. Mereka pun juga demikian, bisa mengenal saya lebih dekat karena melalui media yang lebih membumi,’’ tutur pria yang purna tugas sebagai PNS tahun 2002. (noer adinda zaeni/muhaimin) (dinda/malangpost)

Keywords: , ,

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.