10 Produk Susu Mengandung Melamin
Masyarakat belum aman dari susu dan produk makanan yang mengandung melamin. Dari uji sampel Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) mengungkapkan 10 dari 28 merek susu dan produk makanan terbukti mengandung melamin.
“Untuk uji sampel, kami membeli produk di sejumlah supermarket dan toko di Pasar Baru, Cempaka Mas, Mangga Dua, dan Kelapa Gading, Jakarta,” kata Ketua YLKI Huzna Zahir pada jumpa pers di Jakarta, Rabu (4/3) kemarin.

Menurutnya, pemilihan lokasi-lokasi tersebut dengan asumsi sebagai pintu masuk produk impor baik yang legal maupun ilegal. Produk yang dijadikan sampel merupakan produk impor susu dan turunannnya dari China, yang dicurigai produk impor tetapi dikemas seolah-olah produk lokal.
Untuk menguji sampel pada Desember 2008, YLKI menjalin kerja sama dengan Laboratorium Afiliasi Departemen Kimi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA-UI). Hasil uji sampel itu mengungkapkan bahwa 10 dari 28 merek susu dan produk makanan terbukti mengandung melamin. Jadi sebanyak 36 persen mengandung melamin.
Susu dan produk yang mengandung melamin itu adalah Kino Bear Cokelat Kripsi (teregistrasi) dengan kandungan 97,28 ppm, Yake Assorted Candies yang berbentuk panjang (tanpa registrasi) 45,09 ppm, F&N susu kental (teregistrasi) 45,09 ppm, kembang gula Tirol Choco Mix (teregistrasi) 17,18 ppm, Dutch Mill Yoghurt Drink Natural (terregistrasi) 15,98 ppm, dan Pura Low Fat UHT Milk Beverage (teregistrasi) 11,70 ppm.
Empat produk lainnya adalah Nestle Bear Brand Sterilized Low Fat Milk (tanpa registrasi) mengandung melamin 10,88 ppm, Crown Lonx Biskuit Rasa Cokelat (teregistrasi) 9,54 ppm, Fan Fun Sweetheart Biscuit (tanpa registrasi) 3,17 ppm, dan Yake Assorted Candies yang berbentung lonjong (tanpa registrasi) 1,15 ppm.
Sementara, produk yang tidak terdeteksi mengandung melamin atau kadar melaminnya di bawah 0,5 ppm adalah Golden Fuji Good Series, Smarties Nestle, Jinny Ball, Koala B+W, Baoda (milk candy), Kidorikko, Alfen Milk (milk caramel), Oreo (2 jenis), Meiji Pucca Chocolate, Panda Milk Candies, Konjac Brown Rice Roll, Lotte pai coklat krim susu, Kembang Gula Susu, Choco Bit, Jiashibo, Yake permen cokelat bundar, OK biskuit susu (18 macam sampel). “Produk tersebut yang dikategorikan ilegal adalah Jiashibo cokelat,” jelas Husna.
Direktur Laboratorium Afiliasi Departemen Kimi FMIPA UI Drs Sunardi MSi mengatakan 10 dari 28 susu dan produk turunan yang diuji, terbukti mengandung melamin. “Dalam uji laboratorium, kami tidak melihat merek tetapi bahan yang diuji,” katanya.
Pada jumpa pers yang dihadiri sejumlah perusahaan, Huzna mengatakan dengan masih ditemukannya produk impor yang ilegal dan tidak aman menunjukkan ketidakmampuan pemerintah dalam mengawasi mata rantai tata niaga produk pangan. “Inisiatif dan peran serta masyarakat dan lembaga penelitian menjadi amanat Undang-Undang Perlindungan Konsumen salah satunya dengan uji sampel produk,” ujarnya.
Sekitar empat perusahaan dan wakil dari Duta Besar Australia turut hadir. Sebagian besar wakil perusahaan mempertanyakan hasil uji sampel yang dilakukan YLKI dan UI. “Kami masih memiliki pertanyaan besar dengan uji sampel pihak YLKI,” kata General Manager Special Project F&N Teo Kim Chwee.
Sementara itu Sunardi mengatakan teknik uji yang dilakukan sebenarnya sama dan alatnya juga sama hanya detektornya yang berbeda. Metode yang digunakan high performance liquid chromatography (HPLC). “Kami menggunakan detektor untuk 0,2 ppm, kalau metode lain hingga 0,00 ppm. Jika dengan detektor lebih tinggi, kandungan melaminnya bisa ditemukan lebih besar lagi,” tambahnya.
Sunardi menjelaskan bahwa melamin biasanya digunakan lem, bahan polimer untuk membuat piring, dan pelapis kayu. “Untuk susu biasanya melamin digunakan susu yang encer. Dengan bahan dasar melamin, susu seakan mengandung protein tinggi. Karena memang melamin mengandung nitrogen sebagaimana protein,” tutur Sunardi.
Untuk jangka panjang dikonsumsi manusia, menurut Sunardi, melamin akan bersenyawa asam uric dan membentuk kristal dalam ginjal. “Melamin akan membentuk kristal dan merusak ginjal serta menimbulkan gagal ginjal,” katanya. (jpnn/udi) (JPNN)
Keywords: penelitian, susu, UI, YLKI- Berita Lainnya :
- Kisah 'Kiamat' 2012 Difilmkan, Raup Penghasilan Rp 2 Triliun
- Developmentalisme itu Bohong Besar
- Harga Tiket Penerbangan Ke Padang Bingungkan Pengusaha Travel
- Hari Minggu Diprediksi Puncak Arus Balik
- Tiket Lebaran Pesawat Surabaya-Balikpapan Habis
- Potongan Tiket KA untuk Pelajar dan Mahasiswa Dihapus seputar Lebaran
- RUU Pemerintah Desa Harus Segerah Disahkan

















Leave your response!