Home » Kabupaten Malang, Utama

Pabrik SS Rajajowas Direkonstruksi

5 Maret 2009 No Comment

Setelah hampir satu bulan, pasca penggerebekan pabrik sabu-sabu di Jalan Cucak Rawun II, Sekarpuro Pakis, kemarin mulai direkonstruksi.

Dua tersangka, Dedy Syarifudin (pemilik pabrik, sekaligus peracik SS) dan Nugroho sebagai tersangka pengendali keuangan, dihadirkan. Dalam rekonstruksi yang digelar di TKP ini, keduanya memerankan berbagai adegan. Paling banyak adalah peran Deddy, karena sebagai peracik dan pemilik pabrik, dia juga yang beberapa kali melakukan transaksi.

Sedangkan Nugroho, hanya terlihat beberapa kali saja. Karena sifatnya hanya sebagai pengendali keuangan.

(ira ravika/malangpost)

(ira ravika/malangpost)

Nugroho dalam jaringan ini, menerima uang dari Deddy, hasil penjualan SS untuk ditransferkan kepada Gogom. Sedang jika Gogom mentrasfer uang, diberikan ke Dedy untuk modal produksi SS.

Keduanya terlihat sangat santai dalam memerankan seluruh adegan rekonstruksi. Sedikitpun tidak tampak ragu-ragu. Itu sebabnya, dari puluhan adegan yang diperankan tidak satupun yang diulang.
‘’Total ada 73 adegan yang diperankan kedua tersangka. Adegan diawali tersangka Deddy membawa barang-barang atau alat-alat, produksi dan transaksi SS,’’ terang Kasat I Direskoba Polda Jatim AKBP Sudirman kepada Malang Post kemarin.

Hasilnya, menurut Sudirman, 73 adegan yang diperankan dua tersangka, sama persis dengan pengakuannya di Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

‘’Yang jelas tidak ada yang melenceng. Mulai dari kegiatan produksinya, hingga transaksi SS dilakukan, semuanya seperti yang diakui tersangka di BAP,’’ ucap Dirman.

Adegan dalam rekonstruksi ini memang tidak hanya Deddy dan Nugroho, tapi juga dnegan Gatot, pengedar SS. Hanya saja, karena Gatot hingga saat ini belum tertangkap, petugas menunjuk pemeran pengganti, yang dilakukan petugas reskoba Polda Jatim. Seperti halnya Nugroho, peran Gatot cukup minim. Dia hanya sebagai penerima barang SS, produksi Deddy, dan menyerahkan uang hasil penjualan SS.

‘’Kalau barang itu dilemparkan atau dipasarkan kemana saja tersangka Deddy tidak tahu, dia tahunya sudah berbentuk uang yang disetorkan kepada tersangka Deddy,’’ kata Sudirman lagi.

Kendati dilakukan siang hari, namun proses rekosntruksi ini tidak menyedot perhatian warga. Kalaupun ada yang melihat, banyak kaum wanita, yang kebetulan ada di rumah.

Berbeda saat penggerebekan Jumat (13/2) lalu, warga langsung berjubel untuk melihat. Bahkan keluarga ataupun istri kedua tersangka ini juga tidak tampak. Hal ini cukup wajar, lantaran reskonstruksi digelar saat jam kerja.

Rekonstruksi yang berlansung dua jam ini dikawal langsung oleh 10 petugas, dipimpin langsung oleh Kasat Idik Dirreskoba Polda Jatim AKBP Sudirman. Sedangkan kedua tersangka ini juga didampingi oleh penasehat hukumnya Edo Parikesit SH.

‘’Mereka datang diantarkan tiga mobil. Tersangka bersama Kasat dan penasehat hukumnya. Sedangkan anggota naik dua mobil lainnya,’’ terang Kasubag Reskrim Polwil Malang Kompol Sudibyo yang kemarin juga tampak hadir di TKP.

Selain di TKP Jalan Cucak Rawun II, rekonstruksi juga dilakukan di Pandaaan dan Bangil. Sesuai dengan pengakuan tersangka Deddy, rumahnya di Pandaan dan Bangil juga dijadikan pabrik SS.
‘’Dalam seluruh adegan rekonstruksi, tidak satupun adegan mengarah pada keterlibatan Ary (istri Deddy) ataupun Evi (istri Nugroho). Seluruh adegan full dilakukan tiga tersangka, yaitu tersangka Deddy, Nugroho dan Gatot yang sampai saat ini masih kabur,’’ tandas Sudirman. (ira/avi) (ira ravika/malangpost)

Keywords: , , ,

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.