Home » Kota Batu

Flying Tornado Jatim Park Sudah Beroperasi

2 Maret 2009 No Comment

Teka-teki penyebab macetnya wahana Flying Tornado di Jatim Park Batu, (26/1) terkuak. Berdasar hasil analisa yang dilakukan tim ahli mesin Flying Tornado, ada dua buah baut di bagian roda pengendali sebelah kiri mesin retak.

Asisten General Manager Wisata Jatim Park Slamet Budi Wahono mengatakan, sebenarnya kerusakan pada mesin Flaying Tornado itu telah ditemukan satu hari sejak kejadian macetnya mesin yakni pada 26 Januari lalu itu. Itu terlihat dari rekaman di komputer yang memperlihatkan adanya keretakan pada dua buah baut di bagian roda pengendali yang rusak. Rencananya pergantian baut itu segera diganti, akan tetapi tidak bisa langsung dilakukan karena adanya police line dari Polres Batu pada mesin.

Setelah menunggu sekitar tiga minggu, mesin Flaying Tornado akhirnya bisa dioperasikan kembali. Karena dari sisi keamanannya sangat terjamin. Setiap ada kerusakan, mesin akan berhenti secara otomatis. Sehingga pengunjung yang menikmati Flying Tornado dijamin aman di kursi.

Slamet menambahkan, sejak mesin Flying Tornado beroperasi, per harinya tidak kurang dari 500-700 orang menjajal permainan tersebut. Ini menunjukkan bahwa mesin ini masih disukai pengunjung meskipun sebelumnya mesinnya pernah macet dan membuat pengunjung trauma.

Disinggung dugaan arus listrik yang tidak stabil, Slamet membantah. Karena dugaan macetnya mesin akibat turunnya daya listrik tidak terbukti. Karena dalam komputer hanya menjelaskan adanya dua buah baut roda pengendali yang ada di sebelah kiri mesin retak.

Pantauan Radar, kemarin mesin Flying Tornado tetap menjadi daya tarik bagi pengunjung yang datang ke Jatim Park. Buktinya mesin permainan yang didatangkan dari Italia itu tetap dipenuhi pengunjung. Beberapa pengguna yang awalnya sempat nervous, akhirnya terlihat lega setelah menikmati permainan tersebut. “Saya sempat baca berita mesin Flaying Tornado macet. Tapi saya tidak trauma. Bahkan ini ketiga kalinya saya naik Tornado,” kata Safira, mahasiswa Unair Surabaya.

Seperti diberitakan, sempat terjadi kepanikan sebanyak 30 pengunjung yang menikmati wahana Flying Tornado saat mesin macet. 30 penumpang terjebak di ketinggian 15 meter. Kontan, mereka menjerit histeris bahkan ada yang menangis ketakutan di atas kursi mesin. Namun setelah menunggu sekitar 1 jam, pengunjung akhirnya bisa dievakuasi. Saat itu diduga penyebab terjadinya kemacetan arus yang pendek. (gus/abm/radarmalang)

Keywords: ,

Tidak ada Komentar »

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik

Tinggalkan komentar