Home » Kota Malang

Terminal Bayangan Ditertibkan, Sopir Protes

28 Februari 2009 No Comment

Penertiban terminal bayangan di kawasan Terminal Gadang oleh Dishub Kota Malang akhirnya menuai protes. Kemarin siang, sejumlah sopir MPU dari berbagai jalur, seperti Gadang-Godanglegi-Bantur, Gadang-Dampit, dan Gadang-Wajak memprotes Dishub Kota Malang karena penertiban yang dilakukan beberapa waktu lalu hanya dilakukan untuk angkutan jenis MPU. Untuk angkutan umum jenis bus tidak pernah tersentuh.

Penertiban dilakukan dengan aksi mogok sopir tiga jalur tersebut. Sebagian ada yang berhenti di depan pintu keluar Terminal Gadang dan menutup jalan keluar bus, serta sebagian lagi berhenti di pinggir jalan dan tidak mau mengangkut penumpang. Akibat mogoknya beberapa MPU di depan pintu keluar terminal. Sekitar 20 bus antar kota tidak bisa keluar terminal. Dan terpaksa menunggu di dalam.

Beberapa angkutan saat parkir di luar terminal Gadang sebagai bukti protes kebijakan pengelola terminal Gadang yang dipandang tidak adil. (Nurdiansah/Malang Post)

Beberapa angkutan saat parkir di luar terminal Gadang sebagai bukti protes kebijakan pengelola terminal Gadang yang dipandang tidak adil. (Nurdiansah/Malang Post)

Koordinator jalur Gadang-Bantur-Wajak, Riyanto mengatakan, tindakan Dishub melakukan penertiban terminal bayangan beberapa waktu lalu terkesan pilih kasih. Hanya MPU dan angkot saja yang digiring masuk ke dalam terminal, sedangkan bus tidak. Jika bus tidak digiring masuk terminal seperti halnya MPU, maka MPU akan merugi. Sebab para penumpang, dipastikan akan memilih naik bus karena mereka tidak perlu jauh-jauh masuk ke dalam bus.

“Kondisi yang terjadi saat ini, setelah keluar dari terminal, bus-bus antar kota ini ternyata tidak langsung berangkat. Mereka ada yang berhenti di depan terminal dan seringkali mengangkut penumpang yang turun di kecamatan yang dilalui bus tersebut. Namun perbuatan bus-bus ini ini tidak pernah ditindak oleh Dishub. Kan namanya pilih kasih. Sebab keberadaan mereka ini merugikan kami,” ungkap Riyanto pada Malang Post, siang kemarin.

Aksi protes dan mogok sopir MPU ini langsung ditanggapi oleh Dishub. Bersama kepolisian, Dishub menerima perwakilan jalur dan mendengar keluhan-keluhan yang disampaikan. Kabid Pengendalian dan Ketertiban Dishub Kota Malang, Bambang Hadiono mengatakan apa yang dipermasalahkan oleh para sopir MPU ini sebenarnya hanya salah paham saja. Dalam melakukan penertiban terminal bayangan, sebenarnya Dishub Kota Malang tidak pernah pilih kasih dan membeda-bedakan angkutan.

“Mungkin ada yang menebar isu jika Dishub pilih kasih terhadap bus dan MPU. Tapi dari pertemuan tadi, kami menekankan jika tidak ada pilih kasih dalam segala kegiatan penertiban. Kami juga sudah memberikan bukti kepada para sopir MPU bahwa sopir bus yang melanggar pun tak lepas dari penertiban, antara lain berupa surat tilang yang sudah kami tunjukkan,” beber Bambang usai pertemuan berlangsung.

Untuk menyelesaikan masalah yang cukup rawan konflik ini, Dishub dan kepolisian telah mengagendakan pertemuan bersama seluruh jalur yang memanfaatkan Terminal Gadang, baik itu angkutan kota, angkutan pedesaan maupun bus. Pertemuan ini akan digelar Sabtu (28/2) di kantor Terminal Gadang.(nda/pit/eno) (Agung Priyo/malangpost)

Keywords: , , , ,

Tidak ada Komentar »

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik

Tinggalkan komentar