Irigasi Mendangkal, Pengerukan Jadi Solusi
Saluran irigasi yang membentang dari Turen hingga daerah Sipring Kecamatan Gondanglegi mengalami pendangkalan akibat sedimen atau endapan baik sampah maupun Lumpur. Imbasnya warga setempat banyak kebagian luapan air atau banjir akibat saluran irigasi yang tidak mampu menampung debit air yang semakin banyak.
Seperti yang melintang di sekitar Jalan Murcoyo 1 RT 18 RW 5 desa Gondanglegi Wetan Kecamatan Gondanglegi Malang. Saluran irigasi yang relatif lebar itu banyak menampung sedimen sehingga mendangkal dan menyebabkan banjir lokal. Sejumlah staff dari Dinas Pengairan lantas melakukan survey terkait kemungkinan pengerukan dari saluran irigasi tersebut pada Senin (16/2).
Saluran irigasi selebar tiga meter di sekitar Murcoyo sering meluap dan menyebabkan banjir lokal disamping aliran. Kondisi tersebut dimungkinkan karena warga setempat banyak yang menganggap bahwa saluran tersebut adalah sungai dan bukan saluran Irigasi.
”Sepertinya karena lumayan lebar, warga setempat menganggap ini adalah sungai. Jadi banyak sedimen berbentuk sampah menumpuk dan mendangkalkan sungai. Imbasnya air meluap dan air yang mengakir kesawah-sawah dibawah berjalan tidak lancar. Jika dibiarkan, selain banjir sawah dibagian bawah akan susah teraliri air karena air tidak lancar mengalir,” beber, Kabid Operasional dan Sumber Daya Air Dinas Pengairan Kabupaten Malang, Esti Widodo
Survey yang digagas oleh anggota dewan dari Kabupaten Malang tersebut, Dinas Pengairan menegaskan pihaknya akan menyediakan alat pengeruk yang dapat digunakan untuk mengatasi penumpukan sedimen tersebut. Namun karena terbatasnya dana, Esti menegaskan adanya dana swadaya dari dewan atau dari pemerintah setempat. Esti lantas melemparkan opsi untuk adanya dana PAK (Perubahan Anggaran Keuangan) yang dapat diusulkan oleh dewan.
Terkait masalah pendangkalan sungai, Camat Gondanglegi, Mumuk Hadi Martono mengatakan sungai tersebut memang sudah waktunya dikeruk. Namun jika dilakukan sendiri oleh warga akan susah, karena volume sungai yang besar dan panjang sungai yang mencapai dua kilometer.
Selanjutnya, pengadaan alat keruk diharapkan Mumuk dapat terlaksana tahun ini sambil menunggu anggaran dari Pemda. ”Sambil menunggu air agak surut, kami juga menunggu agar pengerukan ini dapat dianggarkan di PAK berikutnya. Sebab untuk swadana kami rasa terlalu berat,” bebernya pasrah.
Salah seroang anggota Komisi D DPRD Kabupaten Malang, Basuni Ghofur mendukung adanya kemungkinan untuk dilakukan pengerukan secepatnya. ”Sejumlah warga datang dan mengeluhkan mengenai saluran yangtidak lancar ini pada dewan. Saya kira lebih tepat jika pengerukan dilakukan secepatnya,” beber anggota dewan dari fraksi PKB ini.
Namun jika swadan diarasa tidak dapat dilakukan, Caleg dapil 1 nomor urut 3 dari PKB ini akan mengusahakan untuk mengusulkan proyek pengerukan sungai pada PAK adri Pemda yang akan dilakukand I bulan enam nanti. ”Sebenarnya saya menghimbau ada peran dari pemerintahan setempat untuk melakukan swadana terkait pengerukan sungai. Sebab usulan untuk PAK akan berjalan lama, sekitar bulan enam babti baru ada PAK. Untuk anggaran Pemda dewan akan mengusulkan agar ada dana khusus untuk pengerukan sungai ini,” tegas Basuni. (pit/sir/eno) (Diyah Pitaloka/malangpost)
Keywords: Gondanglegi, irigasi, Turen- Berita Lainnya :
- Banjir Mengancam 22 Desa di Kabupaten
- Potensi Wisata Pemandian Sumberringin di Tumpang
- 300 Penambang Tak Berijin
- Diusir Pemilik Lahan Sekolahan, 195 siswa SDN Sumberkerto 1 telantar
- Berkat Tukar Guling Pemkab-Perhutani, Aset Tanah Kota Batu Bertambah
- Aspal Runway 17 Bolong, Jadwal Penerbangan Terganggu
- Penderita Tipes dan Influenza di Kabupaten Malang Meningkat

















Leave your response!