Sentra Bunga Potong-Tanaman Hias Splendid
Momen Valentine Day baru saja lewat. Namun begitu, keberuntungan masih dirasakan betul para pebisnis bunga segar. Bagaimana tidak, dalam satu hari itu, rata-rata pemilik usaha bunga itu omzet-nya terdongkrak sampai empat kali lipat.
Say love with flower, begitu ungkapan Denissa Puspitasari kepada Radar Malang, sesaat setelah memilih bunga di Exotica Florist, kawasan Splendid kemarin. Gadis berlesung pipit tersebut menggenggam lima tangkai mawar merah segar lantas menyerahkan kepada A. Heru S. Budi, sang pemilik toko.

Area Splendid sejak lama dienal sebagai sentra tanaman hias dan bunga potong di Malang (dok. Sevidiana)
“Minta tolong mas saya dirangkaikan jenis mawar yang ukurannya sedang. Saya ambil sore ya,” ucap Denis. Sejurus, Dennis lantas menulis nama Danang Gutawa di atas secarik puisi. Tulisan di atas kertas warna pink tersebut minta diselipkan di tengah-tengah rangkaian. “Bunga buat orang spesial lah. Kebetulan lagi ulang tahun,” katanya singkat.
Banyak orang yang melakukan hal serupa seperti Denis untuk memberi ucapan melalui bunga. Apalagi memberi ungkapan lewat bunga juga lebih fleksibel. Tidak hanya untuk kepentingan pasangan yang sedang “berbunga-bunga” tapi juga ucapan untuk menandai peristiwa penting dalam kehidupan. Misalnya, kelahiran, pernikahan, dan keberhasilan baik perseorangan maupun corporate.
“Permintaan bunga sudah mulai turun. Ramai-ramainya pas Valentine Day (14 Februari lalu),” ucap Heru. Momen Valentine Day adalah hari yang paling dinantikan para penjual bunga. Karena dibanding momen lain, seperti hari raya, permintaan masih jauh lebih tinggi. “Kalau menjelang Idul Fitri yang paling laris, bunga sedap malam,” katanya.
Harga yang ditawarkan berdasarkan rangkaian dan jumlah bunga. Per tangkai mawar dihargai Rp 5 ribu. Permintaan pun bervariasi. Hanya jarang-jarang yang hanya beli satu tangkai saja. “Ada harga minimal Rp 20 ribu. Itu sudah dikombinasi dengan jenis pom-pom, aster, stalion dan pikok. Bisa juga delivery order,” katanya. Khusus pesanan yang diantar minimal harga Rp 100 ribu.
Karena permintaan tinggi pada saat Valentine, harga bunga juga ikut naik. Dia mencontohkan, jenis mawar, jika hari-hari biasa seperti sekarang ini satu tangkai mawar harganya Rp 500 sampai Rp 750, tapi momen Valentine bisa meroket di harga Rp 2.000 sampai Rp 3.000.
“Petaninya juga sudah pintar-pintar. Tahu kalau pesanan banyak, harga langsung dinaikkan,” tambah Florentina, pedagang bunga lainnya. Pengalaman naiknya harga kulakan, jelang Valentine, tidak hanya musim ini saja. Tahun sebelumnya, harga kulakan selalu naik mendekati Valentine Day. “Hari biasa gini harga sudah kembali normal. Permintaan juga begitu,” ujarnya.
Dia mencontohkan permintaan jenis mawar, saat Valentine bisa melambung sampai 2.000 potong mawar, tapi saat ini rata-rata terjual 500 tangkai. “Jualan bunga memang mengenal musiman. Jadi, kami sudah terbiasa juga. Tapi, perluasan jaringan penjualan tetap kami lakukan,” ucap perempuan yang akrab disapa Tina ini. Misalnya, menjelang pembukaan usaha bisnis atau kantor baru maka Tina berupaya memaksimalkan. Jauh hari menghubungi pihak panitia yang dipercaya untuk memesan bunga ucapan. Termasuk kolega-koleganya. (happy dy/lia/radarmalang)
Keywords: agribisnis, bisnis, hortikultura, tanaman hias, valentine- Berita Lainnya :
- Pasar Batu Akik di Jalan Majapahit Tetap Eksis Puluhan Tahun
- Lima Reklame Besar Dibongkar Satpol PP
- Tingkat Persaingan CPNS Teknis 1:41, Guru 1:15
- KPPU Sinyalir Malang Berpotensi Pelanggaran Tender
- Kisah 'Kiamat' 2012 Difilmkan, Raup Penghasilan Rp 2 Triliun
- Penghuni Wisma Tumapel Resah, Rektor Buka Komunikasi
- Developmentalisme itu Bohong Besar

















Leave your response!