Home » Jatim, Kabupaten Malang

Menelusuri Jejak Dedy, Pembuat Sabu-sabu Rajajowas

18 Februari 2009 No Comment

Sosok Dedy Syarifudin yang dikenal cukup akrab di Jalan Lingkungan Putih II, Desa Kutorejo, Pandaan, ternyata memiliki sisi lain di kampung tempatnya dibesarkan, yakni rumah orang tuanya, di Jalan Kauman, Kelurahan/Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan.

Siapa menyangka, tersangka yang berprofesi sebagai peracik sabu-sabu di Jalan Cucak Ruwun II, Desa Sekarpuro, Pakis, malah justru tak banyak dikenal di daerah kelahirannya.

Bahkan untuk menemukan rumah orang tua Dedy, ternyata tak semudah yang dibayangkan. Maklum, selain dari rumah yang ditempatinya di Pandaan sangat minim informasi kepastian tempat tinggalnya, siapa nama orang tua Dedy, juga tidak banyak yang tahu.

Dengan bermodalkan nama Kauman dan Glanggang itulah, akhirnya mulai dilakukan penelusuran rumah keluarga bapak empat anak tersebut.

Tapi meski sudah ditemukan nama desa Glanggang, namun di lokasi tersebut ternyata tak satu pun warga yang mengenal nama Dedy. Sampai-sampai, warga pun harus meruntut mengenai pekerjaan, nama istri dan jumlah anak Dedy, untuk memastikan orang yang dimaksud itu. Pencarian pun terus Malang Post lakukan di Kauman, yang kemudian diketahui sebagai nama jalan yang berada di sisi utara Pegadaian Bangil. Baru di Kauman itulah, titik terang mengenai rumah orang tua Dedy, mulai terlihat.

‘’Dedy yang tertangkap itu, Mas. Kalau rumahnya, itu di sana. Mendingan kalau tanya lagi, itu rumah orang tuanya Titin. Titin itu adiknya Dedy,’’ kata Kardi, warga setempat seraya menunjukkan ciri-ciri rumah yang jaraknya sekitar 10 meter.

Siapa sangka, rumah keluarga atau orang tua Dedy di Bangil, jauh lebih sederhana dibanding rumah di Jalan Lingkungan Putih. Selain ukuran bangunannya yang kecil, di bagian depan rumah juga berdiri kios pracangan kecil. Menariknya, kios yang menghadap ke jalan itu, bagian depannya justru ditutup. Sementara hanya bagian samping, tetap dibiarkan terbuka.

Kali pertama bertamu, orang tua perempuan Dedy, langsung menyapa seraya menanyakan maksud kedatangan wartawan koran ini. Wanita yang tampak akan melaksanakan salat itu pun, kemudian buru-buru menjawab seraya meminta agar tidak diperpanjang lagi.

‘’Terus terang, saya dan bapak terkejut mendengar kabar itu. Saya tidak menyangka itu perbuatan Dedy. Mohon maaf, saya tidak bisa ditanya banyak-banyak. Saya dan bapak sakit jantung, apalagi setelah mengetahui kabar Dedy,’’ kata wanita yang usianya sekitar lebih setengah abad itu.

Tidak lama kemudian, dengan alasan takut suaminya bangun dan penyakit jantungnya kambuh, wartawan koran ini pun diminta untuk meninggalkan rumahnya. Tidak terkecuali, ketika mencoba menanyakan kembali nama kedua orang tua Dedy, buru-buru diminta segera pergi.
‘’Minta tolong, cukup sekali ini saja saya melayani tamu yang tanya Dedy. Apalagi, Dedy (dulu) juga jarang ke sini,’’ imbuhnya.

Ketenaran nama Dedy, harus diakui memang berbanding terbalik dengan di Pandaan. Bila di kampungnya dikenal sebagai juragan daging sapi yang sukses meski akhirnya bangkrut hingga akhirnya rumah disita bank, namun namanya di Bangil, sudah lama dilupakan.

‘’Wah, sudah lupa semua siapa Dedy. Kita Cuma ingat kalau dia dulu orang sini. Tapi karena sudah lama tidak pulang, kami semua sudah lupa,’’ kata Kardi.

‘’Dedy selama di sini (Lingkungan Putih II Pandaan, Red.), harus diakui tidak hanya akrab dengan warga dan tukang ojek. Namun, malah banyak membantu juga. Salah satunya, sampai mengusahakan jualan ikan hias untuk remaja di sini. Makanya, warga banyak yang mengenalnya,’’ kata Arik alias Korak, warga di Desa Kutorejo, Pandaan. (sigit rokhmad) (ira ravika/malangpost)

Keywords: , ,

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.