Marketing Jaringan SS Sawojajar Tertangkap
Satu persatu jaringan dan konsumen sabu-sabu produk Dedy Syarifudin, berhasil dibekuk anggota Satreskoba Polda Jatim. Sabtu malam lalu, petugas berhasil mengamankan dua tersangka lagi.
Mereka adalah Toni, 27 tahun, warga Sepanjang Sidoarjo dan Didik, 30 tahun, warga Surabaya. Dari mereka petugas mengamankan barang bukti satu gram SS. 
Kasat II Reskoba Polda Jatim, AKBP Sudirman menyebut, kedua tersangka itu masuk dalam jaringan Dedy. Hal itu terlihat dari barang bukti yang berhasil disita, sama persis dengan dua gram barang bukti yang diamankan dari tangan Lutfi dan MJ, dua tersangka yang tertangkap terlebih dahulu. Sabu-sabu itu juga diproduksi Dedy.
Terlebih Toni dan Didik juga pengakuan mendapatkan barang tersebut dari Gatot, warga Surabaya Timur. Gatot sendiri namanya masuk dalam struktur jaringan Dedy dan bertindak sebagai marketing SS. Tidak main-main, Gatot merupakan tangan kanan Dedy, yang sangat dipercaya dalam bisnis kristal haram ini.
Namun begitu, Gatot juga memiliki beberapa anak buah, yang beberapa diantarannya sudah diamankan. ‘’Termasuk Lutfi dan MJ, adalah kaki tangan Gatot. Dia mendapat pasokan tetap SS yang merupakan produksi Dedy,’’ ungkap Sudirman saat dikonfirmasi Malang Post kemarin.
Diyakini, anggota jaringan SS yang memanfaatkan produksi Dedy, bukan hanya empat orang itu saja. Tapi masih banyak lagi. ‘’Narkoba kan fenomena gunung es. Sama dengan Gatot. Yang sudah kami amankan anak buahnya ada empat, tapi lainnya kan masih banyak dan kami terus melakukan pengejaran,’’ ucap Dirman lagi.
Tertangkapnya Toni dan Didik itu sendiri, bermula dari informasi masyarakat. Toni, disebut-sebut baru saja melakukan transaksi SS. ‘’Sebetulnya barang bukti satu gram SS itu kami amankan dari tersangka Toni. Barang itu kami temukan di kamarnya,’’ kata Sudirman lagi.
Dari Toni akhirnya berkembang kepada Didik. Tony yang kesehariannya pengangguran ini, mengaku barang tersebut berasal dari Didik. Petugas pun memburu Didik, yang kemudian berhasil ditangkap di rumahnya satu jam setelah penangkapan Toni.
Dari pengembangan penangkapan Didik, muncullan nama Gatot, yang merupakan pemasok SS tersebut. ‘’Dari situlah rantai jaringan ini terlihat. Ada Gatot dan SS yang kualitas dan warnanya sama,’’ terangnya.
Sayang, petugas baru berhasil menangkap Toni dan Didik, pasalnya Gatot yang menjadi marketing SS produk Rajajowas ini sudah kabur sebelum petugas datang ke rumahnya.
‘’Kami terus mengembangkan, pertama yang kami buru adalah Gogom, sebagai penyandang dana, Rudi sebagai penyedia peralatan dan bahan baku dan Gatot sebagai marketing,’’ tandas Sudirman. (ira/avi) (ira ravika/malangpost)
Keywords: narkoba, Polda Jatim, Sawojajar- Berita Lainnya :
- Diknas Janji 2014 Tak Ada Lagi Kelas Rusak
- Ruwetnya Penataan Reklame di Kota Malang
- Dua Siswa SMAN 10 Malang Raih Medali Emas IYIPO di Georgia
- Kuota SNMPTN Malang Bertambah 823 kursi
- Secondhand Serenade Puji Malang Kota Menyenangkan
- Bentengi Cagar Budaya, Balai Kota Diberi Papan Nama
- Minim Promosi, Keramik Dinoyo Butuh Showroom















Leave your response!