Sistem Lelang Online Pasar Agribisnis Tak Berfungsi
Sistem lelang online milik Pemkab Malang di sub terminal Agrobisnis (Pasar) Mantung ternyata belum berfungsi. Hal tersebut membuat para spekulan bisnis jual beli sayur dan komoditi holtikultura menjamur di kawasan tersebut. Sistem tersebut sempat dioperasikan dan masih ada di internet, namun tak pernah di update.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan dan Pasar Pemkab Malang M. Syakur Kullu membenarkan hal itu. Menurut Syakur Kullu, sistem online di Pasar Mantung tidak terakomodir di pasar-pasar komoditi serupa, semisal Pasar Kramatjati Jakarta dan pasar lain di Kota Bandung. Pasalnya, selama ini sistem jual beli masih memakai prosedur manual.

Lokasi Pasar Agrobisnis Mantung di perbukitan Kecamatan Pujon yang dibangun megah. (Bagus Ary Wicaksono/Malang Post)
“Para pedagang dan pembeli di Pasar Mantung lebih suka memakai cara manual. Jual beli atau proses lelang secara face to face,” terang Syakur kemarin.
Syakur Kullu mengatakan sistem online tersebut dibangun demi menghindari spekulan dan mempersempit jarak dan waktu. Meski tak berdampak besar, namun ketiadaan sistem online membuat pendapatan Pasar Mantung stagnan. Padahal, komoditi pasar tersebut telah sampai ke Negeri Jiran hingga daratan Singapura.
“Disana ada 80 pedagang dengan omset per bulan mencapai Rp 3 Miliar (Rp 100 Juta per hari),” kata Syakur.
Pria ramah itu menambahkan, Sub Terminal Agrobisnis tersebut sebenarnya dibangun demi terciptanya bagi hasil antara petani dan pedagang pengumpul. Dilengkapi sistem online supaya tidak ada spekulan seperti yang terjadi di Pasar Dampit dan lain-lain. Sistem spekulan itu banyak merugikan pedagang lokal dan para petani.
“Misal komoditi di Dampit dibeli seharga Rp 3 ribu, ternyata di Dinoyo dijualnya Rp 10 Ribu,” imbuhnya.
Supaya hal itu tidak terjadi, Syakur telah meminta bagian Pengolah Data Elektronik untuk memperbarui sistem. Langkah tersebut diharapkan mampu mendongkrak pendapatan Pasar tersebut. Kata Syakur, sejauh ini Mantung berhasil mengirim 20 persen komiditi ke luar negeri, sedangkan 80 persen lainnya masih berkutat di pasar domestik.(ary/eno) (Ary Wicaksono/malangpost)
- Berita Lainnya :
- Banjir Mengancam 22 Desa di Kabupaten
- Potensi Wisata Pemandian Sumberringin di Tumpang
- 300 Penambang Tak Berijin
- Diusir Pemilik Lahan Sekolahan, 195 siswa SDN Sumberkerto 1 telantar
- Berkat Tukar Guling Pemkab-Perhutani, Aset Tanah Kota Batu Bertambah
- Aspal Runway 17 Bolong, Jadwal Penerbangan Terganggu
- Penderita Tipes dan Influenza di Kabupaten Malang Meningkat

















Leave your response!