56 Busana Karya Desainer Muda Digelar di Atrium Plasa Araya
Ujian akhir dari siswa SMK Kartika kembali digelar secara terbuka. Ujian mata kuliah tata busana itu dikemas dalam bentuk fashion show yang melibatkan banyak pihak diluar sekolah.
Desain baju pesta dan busana muslim bertema Lurik, karya desainer berusia belia pun dibawakan model yang berjalan diatas catwalk dengan dilihat secara terbuka oleh pengunjung umum. Karya tersebut telah laku dibeli kalangan terbatas.
Siti Umi Sholikah, guru Tata Busana SMK Kartika mengatakan, meski karya yang dipamerkan adalah buatan dari desainer yang belum lulus SMEA, namun permintaan busana tersebut sudah banyak dipesan langsung kepada siswa yang bersangkutan.

Model yang memakai busana karya desainer yang belum lulus SMEA, diperagakan secara terbuka di SMK Kartika. (pipit/malangpost)
”Dari 56 karya yang ditampilkan hari ini, banyak yang sudah dipesan pembeli secara buy order. Tapi, karena tidak kami pasarkan secara terbuka jadi pembelinya ya kalangan terbatas saja,” ujar Umi kemarin.
Dengan digelarnya ujian dalam bentuk fashion show tersebut, Umi berharap ada sambutan positif dari pengunjung dalam bentuk pesanan barang. Selain juga mendidik siswa agar dapat mempertanggung jawabkan karyanya secara terbuka, Umi berharap ada respon yang baik dari pasar terhadap produk busana siswanya dengan tema lurik.
Harapan Umi terlihat wajar, mengingat busana kreasi siswanya memang pantas dan layak diacungi jempol. Tema lurik yang cenderung maskulin dan tidak mewah disulap menjadi kesan mewah dan formal dalam gaun remaja dan busana muslim yang diperagakan di atrium Plasa Araya Sabtu kemarin.
Seperti gaun pesta kreasi Anis Yuliantika dan Mutmainah, yang dibeber di awal peragaan busana. Gaun pesta yang menurutnya terinspirasi dari busana wanita Tempo Doloe, motif lurik yang banyak dipakai oleh bakul jamu gendong disulap menjadi elegan dalam busana pesta yang dilengkapi dengan gaun panjang tembus pandang berwarna putih transparan.
Umi menyebutkan sejumlah motif lurik yang mendominasi fashion show yang diotaki siswa SMEA Kartika 41 Malang. Diantaranya motif Limo Telu atau Molu, motif lurik Teluh Watu dan Lurik motif Bulan Purnama menghiasi baju muslim dan pesta yang dibawakan dengan apik oleh model-model nan cantik. Tema Lurik itu, kata Umi, memang sengaja dipilih agar siswanya dapat mulai belajar mencintai dan kreatif dengan kekayaan kebudayaan lokal. (pit/udi) (pipit/malangpost)
Keywords: Araya, fashion, SMK, ujian- Berita Lainnya :
- Pasar Batu Akik di Jalan Majapahit Tetap Eksis Puluhan Tahun
- Lima Reklame Besar Dibongkar Satpol PP
- Tingkat Persaingan CPNS Teknis 1:41, Guru 1:15
- KPPU Sinyalir Malang Berpotensi Pelanggaran Tender
- NUN Jadi Syarat Masuk PTN, Unas Makin Ketat
- Kisah 'Kiamat' 2012 Difilmkan, Raup Penghasilan Rp 2 Triliun
- Penghuni Wisma Tumapel Resah, Rektor Buka Komunikasi

















Leave your response!