Home » Kota Malang

Rajajowas Cycling Club

8 Februari 2009 No Comment

Sebuah klub dibentuk untuk mewadahi sejumlah aktifitas yang diangap memiliki kesamaan satu dengan yang lain. Ikatan yang timbul antara satu sama lain pun berawal dari ikatan kesamaan yang tumbuh secara alami dan tanpa aturan yang mengikat.

Namun sejalan dengan banyaknya anggota yang masuk ditambah dengan berbagai karakter masing-masing yang tentunya berbeda, menyebabkan aturan berdasar ikatan alamiah tidak lagi dapat menjangkau seluruh anggota yang memiliki adab dan sikap yang berbeda. Sehingga manajemen atau aturan mulai dibutuhkan agar klub dapat tetap berjalan dengan sehat. Berbagai liku itulah yang sedang dihadapai oleh Rajajowas Cycling Club (RCC). Berawal dari hobi bersepeda, RCC yang sempat terpecah mulai sadar penitngnya manajemen untuk merekatkan kembali klub yang berawal dari hobi bersepeda itu.

Awal terbentuknya Rajajowas Cycling Club dimulai secara kebetulan. Agus Sukamto, pembina RCC memiliki hobi bersepeda bersama keluarga dan kerabatnya setiap akhir pekan disekitar Sawojajar, tempat tinggalnya. Dari sejumlah orang yang berangkat bersama, ternyata semakin berkembang dengan banyak warga setempat yang berhobi sama di sepanjang rute yang dilewati Agus dkk.

”Awalnya itu karena kebetulan. Ketika kami bersepeda di sepanjang Sawojajar ternyata banyak ketemu warga yang juga hobi bersepeda bersama. Dari seringnya ketemu itu akhirnya terbentuklah RCC yang saat itu dipimpin oleh seorang penggemar sepeda yang bersomisili di Danau Rawapening situ,” ujar Agus Sukamto di kediamannya kemarin.

Sejak awal dibentuk, anggota RCC hanya sekitar 20 orang. Lantas berkembang menjadi sekitar 50 orang dengan berbagai latar belakang yang berbeda, baik dari segi usia, ataupun status pekerjaan. Sekitar tahun 2006 popularitas klub sepeda ini semakin berkembang karena perhelatan ulang tahun yang menyediakan sebuah mobil Xenia sebagai hadiah utamanya.

”Setelah adanya perayaan ulang tahun pertama Rajajowas yang menyediakan sebuah mobil Xenia, anggota kami pun semakin banyak. Bahkan banyak yang menyangka bahwa Rajajowas itu adalah sebuah perusahaan besar, bukan klub sepeda,” ujar Agus yang juga dikenal sebagai anggota dewan di beberapa periode ini.

Statistik anggota mulai beranjak hingga jumlah sekitar 165 orang dengan asal yang mulai jauh dari Sawojajar. Agus menyebutkan sejumlah tempat seperti Mergosono, Arjowinangun. Mojolangu dan Cemoro Kandang sebagai sejumlah tempat asal mayoritas anggota RCC. Sehingga nama Rajajowas yang merupakan kebalikan dari Sawojajar hanyalah sebuah nama saja tanpa arti ikatan wilayah. ”Rajajowas itu sebuah nama yang dimiliki oleh seluruh anggota RCC dari manapun dia berada,” imbuhnya.

Agenda Rajajowas pun gencar digelar disetiap akhir minggu dengan rute yang terus berubah-ubah. Sebagai perkumpulan bikers, rute Rajajowas dibuat untuk mendukung hobi dan kegemaran mereka untuk bersepeda tanpa menjadi sakit dan capek. Meskipun terkadang menempuh rute panjang, tetapi pemilihan rute sering kali dilakukan secara spontan dan tanpa mematok jarak yang terlalu fantastis.(pit/eno) (Diyah Pitaloka/malangpost)

Keywords: , , ,

Tidak ada Komentar »

Belum ada komentar.

RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URL Lacak Balik

Tinggalkan komentar